Ketersediaan Kios Pupuk Bersubsidi di Sampang Minim

(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) TIDAK MERATA: Para petani di Sampang harus menempuh jarak belasan kilometer untuk memperoleh pupuk bersubsidi. 

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Belum meratanya kios pupuk bersubsidi di Sampang, menjadi keluhan para petani. Sebab, keterbatasan kios membuat petani harus menempuh jarak yang jauh untuk memperoleh pupuk. Sedangkan jumlah kios pupuk bersubsidi hanya 83 tempat. Jumlah tersebut, tidak sebanding dengan jumlah desa yang ada di daerah dengan slogan Kota Bahari. Yakni, sebanyak 180 desa.

“Bukan satu atau dua orang saja yang membutuhkan pupuk bersubsidi, tapi semua petani membutuhkannya. Jadi kami harus menuju kios  yang jaraknya cukup jauh, itupun jika masih ada pupuk bersubsidinya,” keluh petani asal Kecamatan Camplong Sampang Abdul Muad, Minggu (2/1/2021).

Menurutnya, tidak jarang para petani menempuh jarak hingga belasan kilometer untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Sebab kios pupuk hanya terpusat di daerah kecamatan. Seperti petani di Desa Anggersek Camplong, harus menempuh jarak 17 kilometer untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Sehingga harus mengeluarkan biaya tambahan.

Bacaan Lainnya

Apalagi, tidak jarang juga ketersediaan pupuk di kios habis. Kondisi itu cukup membuat petani kewalahan untuk mencari pupuk bersubsidi. Sehingga para petani harus menempuh jarak yang lebih jauh lagi untuk ke kios lain agar mendapatkan pupuk. “Mungkin karena di gudang juga tersedia minim, makanya ketersediaan terbatas,” jelasnya.

Ia berharap, pihak penyedia pupuk bersubsidi bisa memperbanyak jumlah kios di desa. Sehingga petani tidak kesulitan mendapatkan pupuk tersebut. “Syukur kalau bisa tiap desa. Tapi jika memang tidak bisa, ya jangan hanya terpusat di kecamatan. Misalnya tiap dua desa atau tiga desa ada kios. Sehingga kami tidak perlu jauh-jauh untuk memperoleh pupuk,” harapnya.

Sementara itu anggota Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan berharap, agar distributor segera memperluas adanya kios pupuk bersubsidi. Sehingga kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pupuk bisa terpenuhi dengan mudah.  “Harus ada pemerataan kios. Jangan hanya terpusat di kecamatan. Apalagi jarak jauh itu perlu biaya transportasi. Percuma pupuknya bersubsidi jika jarak yang ditempuh jauh dan memakan biaya yang banyak,” responnya.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.