Ketersediaan Petugas Pasar di Sampang Terbatas

(KM/ FAUZI) TIDAK OPTIMAL: Ketersediaan petugas pasar di Sampang sangat membantu penarikan retribusi pasar.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Target pendapatan asli daerah (PAD) dari hasil retribusi pasar naik dua persen dibandingkan tahun lalu. Di tahun 2021 lalu, target PAD pasar hanya Rp4,9 miliar. Sedangkan tahun ini, menjadi Rp5,5 miliar. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Sampang Moh. Rosul, Senin (23/5/2022).

Menurutnya, target tersebut dari retribusi puluhan Pasar Rakyat Sampang (PRS). Hingga saat ini, hasil retribusi dari puluhan PRS tersebut masih 21,42 persen dari target Rp5,5 miliar. Prosentase tersebut terhitung sejak Januari hingga April 2022. Sedangkan untuk penarikan retribusi pasar terdapat kelas tertentu dengan tarif yang berbeda.

“Untuk kelas satu dan dua ditarik Rp2 ribu setiap pedagang, kalau kelas tiga hanya Rp1 ribu untuk setiap pedagang. Kalau PSR di kecamatan hanya aktif dua kali setiap minggu, sedangkan pasar di kota aktif setiap hari, dan jumlah pedagang setiap harinya tidak sama, kadang banyak, kadang sedikit,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dari kenaikan target retribusi pasar, setiap bulan harus mengumpulkan hasil retribusi pasar Rp500 juta. Sehingga akhir tahun, hasil retribusi pasar mampu mencapai target PAD yang sudah ditentukan. Sementara, salah satu kendala di lapangan ketersediaan petugas pasar yang masih terbatas.

“Kadangkala petugas di beberapa pasar hanya satu orang dan hanya dibantu oleh tenaga magang yang gajinya hanya Rp200 ribu sebulan,” paparnya.

Reporter: KM64

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.