Ketika Achsanul Qosasi Mengenang Pola Pendidikan Zaman Dulu

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUEMEN) ACHSANUL QOSASI: Presiden Klub Madura United

Kabarmadura.id-Bulan Ramadan tahun ini memberikan nuansa berbeda ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Hal itu tidak terlepas dari merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia yang memberikan perubahan signifikan terhadap sendi-sendi kehidupan, seperti halnya pola pendidikan, beribadah, dan sebagainya.

Beribadah di tengah wabah Covid-19 ini memantik ingatan Anggota Badan Pengawas Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) Achsanul Qosasi terhadap pola pendidikan zaman dulu.

Bacaan Lainnya

Bahkan, AQ-sapaan familiar dari Achsanul Qosasi ini, mengajak teman sebayanya yang melewati pendidikan dengan sang guru atau orang tua mempersiapkan sapu lidi atau rotan guna lebih memotivasi agar mengaji Al-Qur’an dengan baik.

“Berbahagialah untuk teman-teman sebaya saya yang waktu kecil belajar mengaji sambil ada sapu lidi atau rotan yang dipegang orang tua. Itu pertanda, saat ini kami mudah khatam Al-Qur’an dan beribadah di Bulan Ramadan,” tutur AQ, Minggu (3/5/2020) pagi.

Di samping itu, pria yang juga menjadi Presiden Madura United, klub yang berkiprah di Kompetisi Liga 1 ini tidak lupa mendoakan orang tua dan para guru-guru zaman dulu yang sudah meninggal dunia. Dia mensyukuri pola pendidikan yang dilalui zaman dulu.

“Allahummaghfirlahum,” doanya.

Lebih lanjut, pria asal Kecamatan Lenteng, Sumenep ini juga membandingkan pola pendidikan saat ini yang lebih cepat dengan hadirnya teknologi dalam dunia pendidikan.

Tak ayal jika tenaga pengajar saat ini memanfaatkan teknologi sebagai media transfer ilmu untuk mempermudah pada era sekarang.

“Dulu belum ada sistem belajar cepat seperti sekarang,” tutup AQ. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *