Ketua DPRD Sampang Kecam Tindakan Penolakan Pasien

  • Whatsapp
KM/FATHOR RAHMAN ABAIKAN PELAYANAN: Petugas RSUD dr. Moh. Zyn usir dan tolak layani pasien.

Kabarmadura.id/SAMPANG– Komitmen pelayanan terhadap masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh Zyn Sampang diprotes. Wakil rakyat menilai penolakan terhadap pasien menyalahi tugas dan aturan tim medis kesehatan.

Sebab, rumah sakit merupakan wilayah pelayanan kepada masyarakat. Sehingga tidak dibenarkan jika petugas beralasan sedang cuti bersama. Sebab pelayanan terhadap masyarakat tetap harus dilakukan.

Ketua DPRD Sampang Fadol mengatakan, petugas medis yang menolak pasien harus ada teguran dari pihak terkait. Sebab tidak dibenarkan di wilayah pelayanan beralasan sedang libur. “Tidak ada alasan libur untuk pelayanan rumah sakit,” katanya.

Seharusnya, lanjut dia, rumah sakit mengatur jadwal agar tetap ada piket khusus pada penanganan pelayanan tertentu. Sebab berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa seseorang. Sehingga, perlu ada pengaturan jadwal agar petugas medis tidak kosong.

“Hal itu bentuk komitmen rumah sakit melayani masyarakat. Termasuk sebagai komitmen pelayanan dari pemerintah daerah. Saya berharap tidak ada lagi kejadian ini,” katanya.

Fadol meminta ada teguran keras bagi petugas medis yang melakukan pengusiran kepada pasien. Jika memang pelayanan cuci darah ditutup mestinya dijelaskan. Sehingga ada solusi jika memang cuci darah harus segera dilakukan.

Sebab, kata dia, hal itu berkaitan dengan keselamatan jiwa. Sehingga pelayanan konsultasi tetap dilakukan. Namun, disarankan, pelayanan sejenis tidak perlu ikut libur jika ada cuti bersama. Sebab, yang sifatnya mendesak harus segera dilayani tidak bisa ditunda.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, pasien atas nama Amanuddin, 45, salah satu warga asal Kecamatan Ketapang, Sampang ditolak untuk melakukan cuci darah oleh petugas medis di RSUD dr. Moh. Zyn. Selain itu, dia juga diusir saat hendak melakukan konsultasi. Sementara kondisi pasien semakin lemah karena tidak segera mendapatkan pelayanan hemodialisa (HD) atau cuci darah.

Sementara Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Moh Zyn Sampang, dr Titin Hamidah belum bisa memberikan keterangan. Berusaha didatangi ke meja kerjanya tidak berhasil. Bahkan, dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak tersambung. (man/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *