Ketua FKUB Sumenep Imbau Masyarakat Jaga Kerukunan Beragama Jelang Pemilu

News50 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, masyarakat diminta menjaga kerukunan beragama. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumenep K. Qusyairi Zaini menilai, masalah agaram dapat menimbulkan rawan konflik. Sehingga, perlu dilakukan pembinaan khusus.

“Di tahun politik biasanya banyak bermunculan politik-politik identitas,” kata K. Qusyairi Zaini, Minggu (12/3/2023).

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Diakui bahwa setiap partai politik (parpol) dapat mengusung identitas. Namun, ketika identitas tersebut dipolitisir untuk meraup suara untuk kekuasaan, maka terkadang menimbulkan konflik antaragama. Pada momentum politik ini, FKUB akan turun ke segenap elemen, tokoh masyarakat agar kerukunan antar agama tetap dipertahankan.

Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep perlu berperan aktif dalam memberikan sosialisasasi pada maayarakat dari sejak dini. Harapannya, momen politik tidak menjadikan perpecahan, utamanya karena isu agama.

Baca Juga:  Diperbaiki Habis Rp700 Juta, Kapal Pemkab Sumenep Masih Rusak 

Menurut K. Qusyairi, kerukunan umat beragama di Sumenep sangat kuat. Bahkan, dari empat kabupaten di Madura, Sumenep bisa menjadi daerah percontohan. Sebab, hanya di Sumenep yang ada kampung toleransi, tepatnya di Desa Pabian, Kecamatan Kota.

“Hatapan saya ini perlu dipertahankan, semoga menjelang pemilu tidak menjadikan lain agama menjadi pembeda di Sumenep,” tegasnya.

Semua pihak juga diimbau agar mewaspadai paham radikal. Sebab, daerah yang terlihat adem dan seakan-akan tidak ada gesekan, justru akhir-akhir ini dijadikan basis pergerakan kelompok intoleran radikal.

“Sikap intoleransi lahir bukan karena agama. Setiap agama pasti ada kelompok radikalnya. Biasanya radikalisme muncul dari kelompok mayoritas,” tandas K. Qusyairi.

Baca Juga:  Pemilu Tinggal 40 Hari, Logistik di Sumenep Belum Rampung

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep Purwo Edi Prasetia mengatakan, program FKUB dilaksnakan dalam setiap tahun. Tujuannya dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kerukunan antar umat beragama. Sehingga, walaupun berbeda agama tetap saling menghargai dan tidak ada pertikaian.

“Selama ini sudah kami lakukan, namun tahun 2023 masih belum, kami akan bersinergi dengan para tokoh agar Pemilu 2024 tidak ada konflk terkait agama,” singkanya.

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *