Pamekasan PPKM Level 1, Bupati Apresiasi Masyarakat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HUMAS PEMKAB FOR KM) MULAI AMAN: Kabupaten Pamekasan masuk dalam daftar kabupaten level 1 PPKM, serta menjadi satu-satunya kabupaten level 1 di Madura.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Pemerintah pusat kembali memperbarui status level daerah dalam penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Dalam informasi yang disampaikan secara berkala itu, membawa kabar baik untuk Kabupaten Pamekasan. Pasalnya, kini Pamekasan telah masuk level 1 dalam PPKM.

Itu artinya, dalam peta tumbuh kembang wabah Covid-19, Pamekasan terbilang mengalami progres yang baik. Sebab, hingga saat ini Pamekasan menjadi satu-satunya kabupaten di Madura dengan status level 1. Pencapaian tersebut menurut Bupati Pamekasan Baddrut Tamam adalah buah dari usaha seluruh pihak.

Bacaan Lainnya

“Terima kasih kepada forkopimda, ulama, ormas, nakes, OKP dan seluruh masyarakat Pamekasan. Ayo terus menjaga kesehatan dengan terus menerapkan prokes,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menyampaikan hasil asesmen situasi Covid-19 pada 15 September lalu. Hasilnya, 10 daerah di Jawa Timur berubah berstatus menjadi level 1, yaitu Situbondo, Sidoarjo, Pasuruan, Pamekasan, Madiun, Lamongan, Kota Surabaya, Gresik, Bondowoso dan Banyuwangi.

Di lain tempat, kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan mengafirmasi hasil asesmen Kemenkes RI. Sebab, hingga saat ini, RSUD SMart Pamekasan hanya merawat satu orang pasien terinfeksi Covid-19. Pasien tersebut adalah seorang wanita berusia 18 tahun asal Kecamatan Batumarmar.

“Pasien ini dirawat di RSU Mohammad Noer 10 hari, kemudian dipindah ke sini sudah 25 hari. Ini pasien lama. Sudah sembuh, tinggal menunggu hasil swab negatif,” ungkap Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD SMart Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat.

Karena sepinya rumah sakit dari pasien Covid-19, kini 29 tempat tidur khusus pasien Covid-19 tidak terpakai. Kendati begitu, pihaknya tetap mengurangi jumlah tenaga kesehatan (nakes) dan relawan. Total jumlah nakes dan relawan yang ditugaskan yaitu 25 orang.

Menurutnya, penerapan PPKM memberikan pengaruh baik terhadap penanganan Covid-19 di Pamekasan. Selain itu, masyarakat Pamekasan dinilai sudah mulai mengerti akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Namun, dia berharap semua pihak tetap waspada, karena di negara lain sedang berjuang melawan munculnya Covid-19 varian baru.

“Di beberapa negara muncul varian baru. Ada varian Mu dan varian Lambda. Jangan sampai kita mudah memasukkan orang dari luar negeri,” ucap dr. Syaiful.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *