oleh

Ketua Komisi B DPRD Jatim Dorong Pemprov Advokasi Kepentingan Petani Tembakau

Kabarmadura.id/Surabaya-Nasib petani tembakau di Madura sangat memilukan. Harga daun emas itu terjun bebas. Di tingakatan petani, harga jual hanya berkisar Rp15 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Mustofa mengatakan, pemerintah harus hadir untuk memperjuangkan kesejahteraan petani tembakau.

Menurutnya, di masa wabah Covid-19 ini, petani menjadi salah satu penopang ketersediaan pangan nasional.

Oleh karenanya, politikus PKB itu mendorong Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah untuk bertindak cepat mengatasi persoalan tersebut.

Lanjut dia, banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah dalam membela petani tembakau, salah satunya dengan membentuk badan usaha milik daerah (BUMD) yang memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas harga tembakau agar tidak anjlok.

Badan usaha tersebut lanjut dia, berperan sebagai penyeimbang harga. Jika pabrikan swasta membeli tembakau dengan harga murah, maka BUMD tersebut berkewajiban menyerap tembakau petani dengan harga yang lebih mahal.

Dengan demikian, harga tembakau tetap stabil dan petani tidak akan mengalami kerugian yang teramat besar.

“Kasihan petani kita, harusnya mereka meraup untung setelah berbulan-bulan bertani,” katanya, Senin (21/9/2020).

Dirinya akan mendorong pemerintah untuk memprioritaskan kesejahteraan petani. Terlebih, antara petani dengan perusahaan saling membutuhkan. Perusahaan butuh tembakau sebagai bahan dasar produksi rokok, sementara petani butuh dibeli dengan harga layak.

Mestinya, sebagai pihak yang saling membutuhkan, tidak ada yang dirugikan satu sama lain. Tetapi, yang terjadi selama ini berbeda. Petani sering merugi.

“Kesejahteraan petani harus jadi prioritas. Harga tembakau harus bisa mensejahterakan petani,” katanya.

Sebagai wakil rakyat yang berasal dari salah satu daerah sentra pertanian tembakau, Aliyadi berjanji akan berjuang semaksimal mungkin dalam mengadvokasi kepentingan petani.

“Apapun akan saya lakukan demi membela petani. Petani kita harus untung, kasihan kalau terus merugi,” pungkas peraih suara terbanyak di internal PKB pada Pileg 2019 itu. (mukhtar/pin)

Komentar

News Feed