oleh

Ketua Komisi B Jatim Minta Pemkab Tingkatkan Pendampingan

Kabarmadura.id/Pamekasan-Jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Pamekasan, mencapai 114. Namun dari jumlah itu, baru lima BUMDes yang masuk kategori maju. Minimnya BUMDes yang terkelola dengan baik oleh pemerintah desa itu, mendapat perhatian serius Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Aliyadi Mustofa.

Aliyadi (sapaan akrabnya) mengatakan, pemerintah desa harus bisa mengelola potensi yang dimiliki untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Terlebih di tengah wabah Covid-19, sejumlah sektor perekonomian mulai lumpuh.

Menurutnya, banyak potensi yang bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat desa. Mulai dari sektor pertanian, pariwisata, peternakan, serta sejumlah sektor lain. Sayangnya, dirinya menilai potensi-potensi itu belum terkelola dengan baik.

“Potensi ekonomi di desa itu banyak sekali yang sampai hari ini belum bisa terkelola dengan baik,” katanya, Senin (3/8/2020).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, desa yang memiliki potensi harusnya dapat dikembangkan dengan baik. Terutama jika pemerintah desa dapat mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan maksimal.

Dirinya meyakini, pengembangan potensi yang dilakukan dengan serius oleh pemerintah desa, nantinya akan menarik perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk memberikan suntikan program pengembangan.

Namun dirinya sangat menyayangkan, banyak BUMDes di Pamekasan yang tidak terkelola dengan baik, bahkan nyaris tidak aktif. Kondisi itu tentunya membutuhkan pendampingan secara serius dari organisasi perangkat daerah (OPD), maupun dari pendamping desa yang bertugas memberikan pendampingan dan pemahaman kepada pemerintah desa.

“Pendampingan itu penting. Sehingga apa yang menjadi kebingungan desa itu bisa diatasi,” tandasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat (PPM) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan Anang Suheko mengatakan, penentuan klasifikasi BUMDes maju dengan cara mengadakan penilaian berdasarkan indikator yang telah disiapkan dari kementerian.

Diantaranya,  kelembagaan, kerjasama, dampak terhadap masyarakat baik sosial, ekonomi, dan kesejahteraan, inventaris  BUMDes, permodalan, pertanggungjawaban secara administrasi, dan lain sebagainya.

Pihaknya mengaku akan terus mendorong seluruh BUMDes untuk cepat berbenah dan bisa masuk kepada kategori maju. Bahkan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan pendampingan secara intens kepada desa yang sulit mengembangkan BUMDes.

“Kami akan bantu sesuai dengan kebutuhan BUMDes itu,” ujarnya. (rul/pin)

 

Komentar

News Feed