oleh

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Dukung SGMRP Dikelola PT PBMB

Gapura Angkat Tangan Soal Polemik Pengelolaan Stadion

Kabarmadura.id/Pamekasan–Polemik pengelolaan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, mulai menemui titik terang. Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Moh. Sahur, menyatakan dukungan pengelolaan SGMRP oleh PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) selaku perusahaan yang menaungi Madura United.

Moh. Sahur mengatakan, pihak PBMB tidak bisa menyatakan mundur secara sepihak, lantaran kontrak kerjasasama pengelolaan SGRMP dilakukan dua pihak antara Pemkab dengan PT PBMB.

Terlebih lanjut politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, hasil kajian secara mendalam atas beberapa berkas dan dokumen perjanjian pengelolaan SGMRP antara Pemkab dan PT PBMB tidak menyalahi aturan apapun.

Sehingga pihaknya mendukung SGMRP untuk dikelola oleh pihak ketiga, dalam hal ini lanjut Sahur adalah PT PBMB sebagai satu-satunya pemohon pengelolaan SGMRP.

“Kami (Komisi IV, red) mendukung PT PBMB atau Madura United untuk mengelola SGMRP, karena banyak keuntungan yang akan diperoleh Pemkab Pamekasan jika stadion itu dikelola oleh pihak ketiga (Madura United, red),” ungkap Sahur saat ditemui di Ruang Sidang DPRD Pamekasan, Kamis (6/2/2020).

Dukungan itu lanjut Sahur, sekaligus membantah opini desakan pelepasan pengelolaan stadion oleh PT PBMB merupakan dorongan Komisi IV. Sebagai wakil rakyat, Sahur mengaku hanya memfasilitasi setiap aspirasi masyarakat, termasuk saat sekelompok pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Pemuda Madura, yang melayangkan permohonan audiensi terkait pengelolaan SGMRP.

Namun demikian, Sahur menilai, pengelolaan SGMRP oleh pihak PT PBMB akan memberikan beberapa keuntungan pada Pemkab Pamekasan, di antaranya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta perekonomian masyarakat.

Pengelolaan SGMRP oleh pihak ketiga, juga akan membantu Pemkab menjaga bangunan yang sudah dibuat oleh Pemkab Pamekasan. Apalagi lanjut Sahur, dengan dikelola pihak ketiga, Pemkab tidak perlu lagi mengeluarkan biaya perawatan sekitar Rp850 juta setiap tahun.

“Jika PT PBMB merasa tersinggung dengan langkah saya, saya minta maaf. Setelah koordinasi dengan eksekutif, saya tegaskan mendukung kelanjuta pengelolaan SGMRP oleh Madura United. Apalagi hanya Madura United satu-satunya yang mengajukan kerjasama,” tandasnya.

Pasca pernyataan dukungan dari Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Moh. Sahur terhadap pengelolaan SGMRP oleh PT PBMB, di tempat yang sama, Ketua LSM Gapura Abd. Razak yang sejak awal getol mempersoalkan pengelolaan SGMRP oleh PT PBMB atau Madura United, malah mengaku tidak akan mempersoalkan kembali pengelolaan stadion tersebut.

Saat ditemui di Ruang Sidang DPRD Pamekasan, Kamis (6/2/2020), pentolan LSM Gapura seakan angkat tangan dalam polemic persoalan pengelolaan SGMRP menyusul banyaknya sorotan negatif dari berbagai kalangan.

Razak mengaku, polemik pengelolaan SGMRP sudah clear setelah pihaknya menerima penjelasan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pamekasan. Bahkan Razak berdalih, saat pertama kali melakukan audiensi, pihaknya tidak mempersoalkan pengelolaan SGMRP oleh PT PBMB, melainkan hanya ingin mengetahui kronologi pelimpahan pengelolaan dari Pemkab ke PT PBMB.

“Setelah dijelaskan oleh Dispora terkait beberapa hal yang dilalui hingga menghasilkan MoU itu, kami sudah paham bahwa tidak masalah. Jadi, kami tidak mau bicara soal pengelolaan stadion lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut Razak mengaku, pihaknya terkejut atas sikap PT PBMB yang pada pertemuan kedua di gedung DPRD Pamekasan, secara tiba-tiba menyatakan mundur sebagai calon pengelola SGRMP.

Bahkan dirinya mengaku, langsung menjalin komunikasi lebih inten melalui sambungan selelur dengan Direktur PBMB Zia Ul Haq, untuk mengklarifikasi jika dirinya tidak akan lagi mempersoalkan pengelolaan stadion yang dianggap sudah sejalan dengan aturan dan kesepakatan kedua belah pihak.

“Saya kaget karena pertemuan kedua diawali dengan penyerahan (pernyataan pengunduran diri sebagai calon pengelola SGMRP, red) itu dari pihak Madura United, padahal sudah clear tentang pengelolaan itu di pertemuan pertama,” ungkapnya. (pin/waw)

Komentar

News Feed