Kewalahan Penuhi Permintaan Tengkulak, Pesantren Rihlatut Thullab Mulai Pikirkann Pengembangan Kolam Lele

(KM/FATHOR RAHMAN) POTENSI: Sejumlah kolam lele yang dikelola oleh pengurus Pesantren Rislatut Thullab, Sampang.

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Banyak usaha mandiri yang dikelola oleh sejumlah pesantren di Sampang. Termasuk budidaya ikan lele yang ditekuni oleh pengurus Lembaga Pendidikan Rihlatut Thullab.

Usaha mandiri yang dilakukan Pesantren Rihlatut Thullab tersebut dimulai sejak tahun 2017 lalu. Hingga saat ini, budidayanya terus berlangsung. Bahkan, dalam setahun, sudah panen beberapa kali.

Kepala Lembaga Pendidikan Rihlatut Thullab, Moh. Abdus Salim mengaku, selama ini, hasil usaha mandiri budidaya lele lumayan menjadi pendapatan untuk pesantren. Sehingga, mendukung kebutuhan biaya pendidikan untuk santri.

“Alhamdulilah selama ini lumayan membantu. Apalagi jika bisnis berkembang, pasti akan memberikan sumbangan luar biasa kepada pondok, ” katanya.

Pengelolaan budidaya lele selama ini melibatkan sebagian santri. Sebagai upaya mengajarkan cara berbisnis mandiri. Sehingga, hasilnya pun untuk kebutuhan Pesantren Rihlatut Thullab.

Selain itu, budidaya lele juga akan membantu biaya pendidikan puluhan santri. Sebab, terdapat 75 santri yang pendidikannya dibiayai secara gratis tanpa bayaran apa pun.

“Jika memang pengajuan bantuan inkubasi pondok pesantren berhasil pasti akan sangat bermanfaat bagi pondok, ” katanya.

Ustaz Salim menyampaikan, media atau alat pengelolaan kolam lele sudah ada. Sehingga butuh modal untuk pengembangan budidaya lebih banyak. Bahkan direncanakan akan mengembangkan dengan cara sistem bioflok lebih luas.

Menurutnya, budidaya lele secara profesional cukup prospek. Terbukti selama ini pemasaran lele yang baru panen masih kurang. Padahal hanya dipasarkan kepada pengepul lokal.

“Selama ini kami masih kekurangan bibit. Ketika panen, permintaan pengepul sangat banyak. Bahkan kami belum mampu memenuhi kebutuhan mereka,” ungkapnya selama menjalankan bisnis tersebut selama ini.

Ustad Salim berharap bantuan inkubasi pesantren dari Kemenag berhasil diterimanya. Sehingga bisa menopang biaya operasional dan biaya pendidikan santri di Pesantren Rihlatut Thullab.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.