Kewalahan Tangani Pasien Covid-19, RSUD SMart Pamekasan Minta Disediakan Lapangan Perawatan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) ANTRE LESEHAN: Pasien terinfeksi Covid-19 harus rela antre di ruang IGD RSUD SMart karena tidak kebagian kamar isolasi.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Lonjakan kasus Covid-19 di Pamekasan membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan harus sibuk menyediakan bed perawatan.

Sebelumnya sudah menambah 48 bed setelah 35 bed sebelumnya penuh, kini harus menambah 18 bed lagi, sehingga totalnya menjadi 66 bed. Itu pun belum bisa menampung seluruh pasien yang datang.

Bacaan Lainnya

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD Smart Pamekasan dr. Syaiful Hidayat mengatakan, setiap hari, pasien terinfeksi Covid-19 terus berdatangan. Bahkan terdapat 18 orang pasien terinfeksi Covid-19 harus rela antri menunggu penyediaan kamar isolasi di ruang instalasi gawat darurat (IGD).

“Kami sampai kasihan sebenarnya, mereka antre selemperan di depan IGD. Tapi ya mau gimana lagi. Kami terus berusaha sebaik mungkin,” ucap Syaiful.

Dengan terpaksa dia harus mengakui bahwa pihaknya kewalahan menangani ledakan kasus Covid-19 yang semakin hari semakin tidak terkendali ini. Bahkan, meski telah menambah ruang isolasi menjadi lima ruang, termasuk menambah tempat tidur menjadi 66, dimungkinkan masih akan menambah 10 bed lagi agar bisa menampung pasien.

Sayangnya, hanya ruang dan bed yang mampu ditambah, jumlah tenaga kesehatan (nakes) tidak mampu lagi ditambah. Karena itu jumlah nakes yang disiagakan tetap 60 orang.

Karena ketidakmampuannya itu, RSUD SMart sangat berharap ada relawan yang bersedia membantu para nakes. Sebab tidak cukup hanya mengandalkan nakes. Selain itu, keterbatasan ruangan yang dimiliki turut menjadi kendala dalam penanganan secara cepat.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan juga diminta menyiapkan lapangan khusus untuk perawatan pasien Covid-19, agar bisa langsung tertangani.

Sebab, kata dokter yang juga berpraktik di Rumah Sakit Umum (RSU) Mohammad Noer itu, seluruh rumah sakit rujukan saat ini penuh dengan pasien Covid-19.

“Kami rasa pemkab harus segera mengambil sikap. Saran kami segera menyiapkan lapangan atau bisa gunakan gedung Islamic Center. Ini kondisinya sangat darurat,” tukas Syaiful.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Achmad Marsuki hanya bisa menyarankan RSUD SMart agar terus menambah tempat tidur, supaya bisa menampung banyaknya pasien Covid-19.

“Menambah TT (tempat tidur, red) di RS (rumah sakit, red),” singkat dr. Marsuki saat ditanya solusi atas penuhnya rumah sakit rujukan dengan pasien Covid-19. (ali/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *