oleh

Hairul Anwar Maju sebagai Cawabup dari PAN

Kabarmadura.id/Sumenep-Setelah Malik Efendi gagal masuk bursa calon pada Pilkada Sumenep 2020, muncul nama baru kader Partai Amanat Nasional (PAN), yakni Hairul Anwar. Ia digadang-gadang sebagai bakal calon wakil bupati yang potensial dari PAN.

Khairul Anwar menceritakan, namanya digadang-gadang maju sebagai calon wakil bupati (Cawabup) Sumenep periode 2021-2025. Ia mengaku, internal partai berlambang matahari tersebut sudah sepakat tentang pencalonan dirinya tersebut.

“Karena kemarin itu, setelah Pak Malik dipastikan gagal, teman-teman waktu rapat pleno di DPD itu memilih saya. Karena Pak Malik menyerahkan mandat itu. Setelah itu saya yang diutus mewakili partai dan sudah dikomunikasikan dengan DPW dan DPP,” katanya, kemarin.

Selain itu, dirinya juga diberikan mandat untuk melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik (parpol) lain untuk melakukan koalisi. Karena hanya memiliki enam kursi, PAN harus berkoalisi dengan parpol lain pada Pilkada 2020.

Pria yang dikenal dengan sosok pengusaha muda itu memang aktif melakukan kegiatan politik berupa silaturahmi dengan beberapa partai termasuk PKB. Selain itu ada Partai Nasdem, PKS, Demokrat. Sehingga diharapkan beberapa partai tersebut sudah siap bergabung untuk membangun kekuatan pada pilkada 2020.

“Insyaallah sudah mengarah ke koalisi, tinggal dimatangkan lagi. Koalisi seperti apa ke depannya, kan kalau kita sudah menemukan idola sebagai calon bupati untuk didukung, meskipun tidak dari kita nanti wakilnya tetap mendukung dia nanti,” imbuhnya.

Karena persoalan politik menurutnya tidak bisa direspon dengan penuh ambisi sehingga apapun yang menjadi keputusan akhir, misalnya dirinya tidak terpilih sebagai cawabup bisa disikapi dengan sesuatu hal yang lumrah. Dia juga mengibaratkan peserta politik bagaikan pemain bola yang sesekali diperankan sebagai cadangan dan bahkan tidak pernah dimainkan.

Tetapi intinya meskipun tidak terpilih dia tetap bersandar kepada apa yang direkomendasikan ulama, terutama yang sudah menentukan salah satu calon, karena melihat dan membandingkan dengan kultur yang berada di ujung timur Pulau Madura ini, peran ulama masih sangat berpengaruh dalam membaca situasi termasuk kebutuhan Sumenep.

“Apalagi peran ulama masih luar biasa, terpilih atau tidak saya tetap bersama ulama,  karena kita paham betul bahwa kita hidup itu harus dengan bimbingan ulama. Jadi yang dipilih ulama siapa saja, kita akan ikut. Jika di Sumenep kan rata-rata dari kalangan nahdiyin ya kita akan ikut saja meski tidak terpilih,” paparnya.

Pria yang juga sebagai manajer Persatuan Sepakbola Sumenep (Perssu) tersebut menampik kegiatan sosial yang dilakukan belakangan ini semata untuk pencalonan dirinya sebagai cawabup. Menurutnya, kegiatan sosial merupakan kebiasaan yang dilakukan sejak lama, sehingga dia berkesimpulan apa yang dilakukan tidak ada kaitannya dengan politik.

“Rugi saya kalau arahnya ke sana, itu saya lakukan sejak dulu,” pungkasnya. (ara/pai)

Komentar

News Feed