oleh

Khawatir Bermasalah, DPRD Sumenep Sidak Proyek Dermaga Dungkek

Kabarmadura.id/SUMENEP-Berangkat dari kekhawatiran jika proyek dermaga Dungkek seperti Proyek Dermaga Gili Iyang yang rusak sebelum beroperasi, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep menginspeksi proyek di Kecamatan Dungkek tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dulsiam mengatakan, tujuan inspeksi mendadaknya (sidak) hanya ingin menyaksikan langsung kualitas pengerjaan dermaga Dungkek.

“Kalau pengawasan sudah dilakukan secara intens, maka kualitasnya juga harus meyakinkan dan juga maksimal,” katanya, Kamisi (16/7/2020).

Pengerjaan yang sudah dua pekan itu, dipastikan tidak ada masalah. Sebab, setelah disaksikan langsung, tidak ada temuan kesalahan apapun. Namun dirinya berjanji akan terus mengawasi secara intens agar tidak kecolongan.

“Ini memang tugas kami untuk melakukan pengawasan. Maka, kami lakukan dengan senang hati,” ujarnya.

Rombongan wakil rakyat itu tiba di lokasi dermaga sekitar pukul 10.00 WIB. Terhitung seluruh anggota Komisi III DPRD Sumenep ikut, atau sebanyak 13 orang. Mereka datang bersama perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep sebanyak 3 orang.

“Dermaga tersebut diharapkan betul-betul terealisasi sesuai dengan RAB. Sehingga, masyarakat dapat menikmati manfaaatnya,” tukas dia.

Selain mengharap kualitas hasil proyek dijaga, pemkab juga ditutut bersikap tegas dengan keberadaan rekanan yang kualitas garapannya tidak bagus.

Di lokasi yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Dadang Dedi Iskandar mengatakan, pembangunan dermaga Dungkek sudah dikerjakan sesuai prosesdur.

Sesuai pengumuman lelang, pagu proyek tersebut senilai Rp41.650.000.000 dengan batas nilai harga perkiraan sendiri (HPS) Rp41.649.978.478,74. Dana tersebut dinilai sudah cukup untuk pembangunan hingga selesai nantinya.

“Pembangunan dermaga Dungkek baru dikerjakan. Semoga tidak ada kendala di pertengahan pengerjaan,” ujar dia.

Proyek tersebut dikerjakan CV Ramadan dengan batas waktu pengerjaan pada akhir tahun 2020. Anggarannya bersumber dari Provinsi Jawa Timur yang dihibahkan sebagai bantuan keuangan (BK) di APBD Sumenep.

“Dana BK senilai Rp60 miliar, selebihnya diperuntukkan untuk pembangunan dermaga Gili Iyang,” ujarnya.

Dermaga lama seluas 7 meter, akan ditambah menjadi 140 meter. Saat ini dalam proses pembongkaran dermaga lama, termasuk pengukuran batas yang dikerjakan. Dermaga itu diproyeksikan menjadi pelabuhan berstandar nasional.

Pelabuhaan itu ditarget memiliki beragam fungsi, di antaranya untuk kapal-kapal yang hendak menuju ke Pulau Kangayan, Sapudi dan Ra’as, termasuk akan difungsikan untuk jalur pariwisata dan pengembangan perekonomian. Mengingat, Pelabuhan Dungkek ini juga akan menjadi akses menuju wisata oksigen di Gili Iyang.

Selain itu, akan dibangun alat penyeberangan khusus hewan. Selama ini, sapi yang akan diangkut biasanya berenang sebelum naik ke kapal.

“Dungkek akan menjadi wisata nasional, bahkan internasional. Maka, harus mengacu pada standar yang ditentukan,” pungkasnya. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed