Khawatir Kedaluarsa, Vaksin Sinofar untuk ODGJ Dialihkan untuk Masyarakat Umum

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BEREBUT DIVAKSIN: Khawatir Kedaluarsa, vaksin Sinopharm yang semula untuk ODGJ dan disabilitas, dialihkan untuk masyarakat umum.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Vaksin Sinopharm yang semula dikhususkan untuk orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) dan disabilitas, akan diperluas untuk masyarakat umum. Sebab, dari 1.500 dosis vaksin yang tersedia, hingga akhir Agustus masih terpakai sekitar 200 dosis. Padahal tanggal kedaluarsanya sampai 2 Oktober 2021 mendatang.

Dengan pendeknya masa berlaku itu, Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Sudiyo menyatakan, target menghabiskan sisa 1.300 dosis vaksin harus segera dikejar.

Alasan masih banyaknya stok vaksin Sinopharm, kata Sudiyo, karena pihaknya kesulitan dalam penyalurannya. Vaksin tersebut datang pada Juli lalu dan memang disiapkan untuk bertahan dalam kisaran 4 bulan. 

“Kalau lebih dari itu, nanti tidak bisa kita gunakan lagi, kan eman,” sebut Sudiyo.

Tetapi jika pendistribusian vaksin Sinopharm belum meningkat hingga akhir September, selanjutnya juga akan diberikan kepada masyarakat secara umum. Sebab, tidak ada larangan vaksin tersebut diberikan pada masyarakat umum. Sebab, dosis dan manfaatnya sama. 

Sedangkan salah satu warga Bangkalan, Akbar Ainullah memaparkan, jika vaksin yang sebenarnya diperuntukkan untuk ODGJ dan disabilitas harusnya jangan diberikan untuk masyarakat umum. Sebab, meskipun sama, masyarakat cenderung akan minim yang berkenan. 

“Masyarakat umum tentu masih memikirkan ulang, karena memang peruntukan awalnya berbeda,” terangnya.

Jika memang distribusinya minim untuk ODGJ dan disabilitas, menurut Akbar, berarti Pemerintah Bangkalan belum maksimal dalam menjaring dan menyiasati agar warga disabilitas mau vaksin. 

“Kurang meluas kerja sama dan kinerja nya,” ujar Akbar. (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *