KI Sumenep Akui 14 Sengketa Informasi BelumTerselesaikan

(FOTO: KM/IMAM MAHDI) PROSES: Terlihat salah satu sidang kasus sengketa informasi di KI Sumenep, Rabu (16/2/2022).

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Sengketa informasi yang ditangani Komisi Informasi (KI) Sumenep belum sepenuhnya berjalan mulus. Pasalnya, tidak semua kasus terselesaikan di akhir tahun 2021. Ada sebanyak 14 sengketa yang saat ini belum terselesaikan.

Ketua Komisi Informasi (KI) Sumenep Badrul Akhmadi mengakui, tidak semua kasus di tahun 2021 terselesaikan. Saat ini masih bersisa 14 sengketa. Sebab, butuh proses dan beberapa tahapan. Normalnya satu kasus sebanyak 6 kali sidang, jedanya satu minggu bisa lebih 15 hari, tergantung kelengkapan berkasnya. “Lambatnya penyelesaian sengketa informasi bukan karena tidak dikerjakan. Tetapi memang rentetan sidang yang panjang,” katanya, Rabu (16/2/2022).

Dikatakan Badrul, sengketa informasi yang dita­ngani KI Sumenep, semua dapat diselesaikan melalui proses mediasi, tidak sampai ke tahap ajudikasi non­litigasi.

Bacaan Lainnya

“14 sengketa informasi saat ini masih berlangsung, seperti LSM Makar dengan SDN 1 Lobuk Kecamatan Bluto sedang berlangsung,” ujarnya.

Meski demikian, penyelesaian sengketa informasi (PSI) oleh KI yang sudah selesai sebanyak 84 kasus. Rinciannya, tahun 2019 sebanyak 38 sengketa, tahun 2020 sebanyak 28 sengketa, dan tahun 2021 sebanyak 18 sengketa, sementara tahun 2022 akan menyelesaikan 14 sengketa, kasus tersebut merupakan sisa tahun 2021.

“Kami akan segera proses, tahun ini semoga segera diselesaikan,” paparnya.

Dia menjelaskan, masih banyaknya jumlah pengajuan sengketa informasi bukan berarti keterbukaan informasi di Sumenep itu rendah. Menurutnya, yang terpenting, bagaimana efektifitas proses penyelesaian sengketa informasi dan kualitas dari putusan penyelesaian sengketa informasi berjalan.

“Memang tidak mudah menyelesaikan kasus itu. Tetapi, butuh proses yang lama. Karena memang tidak semudah membalikkan telapak tangan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Sumenep Muhammad Nudin, kasus sengketa informasi masih belum tuntas. Sehingga, dalam setiap tahun pasti ada yang disidangkan. Menurutnya, paling dominan dalam sengketa informasi yakni persoalan DD dan ADD.

“Kami harap kasus sengketa informasi semakin menurun. Sehingga perselisihan akan semakin menurun pula,” tukasnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.