oleh

KI Sumenep: Keterbukaan Informasi Tetap Terbatas

KABARMADURA.ID, Sumenep – Radio Komunitas Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura 107,5 FM menyuguhkan program ‘Ngobrol Pintar’ yang bertajuk ‘Keterbukaan Informasi Publik’, Kamis (1/10/2020).

Informan yang dihadirkan adalah Komisioner Komisi Infoemasi Kabupaten Sumenep Adnan AR. Dia membedah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Menurutnya, keterbukaan informasi publik masih memiliki batasan. Meskipun sudah dilandasi UU, namun beberapa konteks tidak bisa tersentuh.

Adnan memperjelas, beberapa info yang tidak dapat diumumkan ke publik di tengah kondisi genting ini, seperti identitas pasien Covid-19 yang memang dilindungi UU.

“Semua orang berhak atas transparansi dari informasi yang disampaikan ke publik. Namun, tidak semua 100 persen informasi itu dapat diberikan secara terbuka. Ada beberapa info yang memang tidak bisa diberikan ke publik,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Sejatinya, berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2008 yang dibahas tersebut menunjukkan lima hal yang tidak dapat dibocorkan ke publik, seperti informasi yang dapat membahayakan negara dan informasi yang berkaitan hak-hak pribadi.

Lebih lanjut, informasi yang berkaitan dengan kepentingan perlindungan usaha dari persaingan usaha tidak sehat, berkaitan dengan jabatan yang dirahasiakan, dan yang belum dikuasai atau didokumentasikan untuk publik. (idy/nam)

Komentar

News Feed