Kiai Qumri Rahman Nahkoda Baru PC GP Ansor Sumenep

  • Whatsapp
FOTO: KM/IST) Kiai Qumri Rahman: Nahkoda baru GP PC Ansor Sumenep

KABARMADURA.ID, Sumenep – Sosok Kiai Qumri Rahman nahkoda baru Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep siap berinovasi untuk menggerakkan kemandirian ekonomi di setiap ranting. Kiprahnya berorganisasi di Ansor sejak lulus dari almamater tercintanya yaitu Sidogiri, termasuk sosok yang aktif dalam berproses.

Sumenep, Moh. Razin

Bacaan Lainnya

Mulai dari tahun 2016 sudah dinyatakan lulus PKD, dan menjadi ketua majlis dzikir serta shlawat di PC Ansor Sumenep.Komitmen serta semangat mengabdi dan merawat NU melalui Ansor terus dia kobarkan. Bahkan, tahapan struktural terus diikutinya. Setelah PKD kemudian mengikuti PKL, instruktur, dan tim instruktrur. Sehingga saat ini dipercayai meminpin Ansor Sumenep.

Sosok yang dilahirkan pada  20 Oktober 1985 itu, mempunyai inovasi cemerlang. Yakni melakukan trobosan berupa kemandirian kader Ansor. Menurutnya, ikhlas saja tidak cukup, jika tidak dibantu dengan finansial.

“Kami yakin kader Ansor, NU pada umumnya pasti ikhklas, tapi jika tidak mandiri secara ekonomi, ketika ada kegiatan nanti bisa tidak aktif. sebab tidak punya bensin misalnya, maka dari setiap ranting kami akan mencoba memfasilitasi kemandirian itu,” katanya, Minggu (25/10/2020).

Kiai muda yang di lahirkan di Desa Gelugur Kecamatan Batuan Sumenep itu juga meyakini, dengan membangun kemandirian ekonomi, Ansor di Kota Keris ini, diyakini menjadi lebih kokoh dalam menperjuangkan NU. Kongkritnya, pengaplikasian upaya mematangkan finansial itu tidak hanya fokus di bidang bisnis dan perdagangan.

Melainkan dari berbagai sektor, mulai dari pertanian, dan upaya lainnya sesuai dengan potensi daerah di kabupaten paling timur pulau Madura ini.

“Misalnya di Kecamatan Lenteng sudah ada kebun pepaya, sehingga komitmen ini menjadi komitmen bersama kader Ansor. Ketika sudah finansial terpenuhi maka beribadah dan lainya menjadi lebih maksimal,” imbuhnya.

Secara formal riwayat pendidikan kiai muda itu, mulai dari SDN Daramista, MTsN Giling Sumenep, melanjutkan ke SMA Ibrohim.Sukorejo, dan memperdalam ilmu agama ke Sidogiri. Saat ini menempuh pendidikan di STITA jurus PAI.

Sehingga secara kealiman di bidang ilmu agama sudah tidak dapat diragukan lagi. Artinya jika ada persoalan baru seputar fiqih, tasawuf, dan yang lainnya, dengan kompetensi yang dimiliki bisa mengatasi dan memberikan solusi. “Itu sepintas riwayat pendidikan saya. Di luar itu, proses saya juga di organisasi pengurus, alumni Sukorejo, alumni Sidogiri, dan forum yang lain,” paparnya.

Sementara harapannya dalam meminpin PC Ansor Sumenep, tidak ada lain kecuali bersama-sama merawat dan menjaga NU, yang mana memang menjadi tugas bersama selaku orang Madura. Sebab inisiator NU itu berdiri salah satunya orang Madura.

Komitmen untuk membuat Ansor terus berkembang akan terus dipupuk, terutama dengan konsep melanjutkan tradisi lama yang baik, dan tidak tertutup dengan pola baru yang memberikan warna dalam kemajuan Ansor di Kota Keris ini.

“Tentunya dengan niat yang ikhlas, maka saya tidak berharap apa-apa atas pribadi saya, melainkan bagaimana berjuang dan puncaknya Ansor dan NU secara umum terus berjaya,” harapnya. (*/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *