Kiat Sukses Mendidik Anak dengan Mudah

  • Whatsapp

Peresensi: Ashimuddin Musa*)

Pernahkah Anda melihat banyak anak muda di luar sana yang perilakunya kurang mencerminkan kepribadian ideal, dengan mengedepankan perilaku akhlak yang baik? Apa penyebab itu semua bisa terjadi? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini biasanya hangat di tengah-tengah masyarakat. Terlebih di lingkungan masyarakat yang masih sadar akan pendidikan.

Selanjutnya, setiap orang tua pasti menginginkan memiliki anak saleh dan salehah yang berbakti kepada orang tua, guru dan agama. Untuk mewujudkan itu, orang tua juga perlu mengetahui kiat-kiat apa saja yang harus dimiliki oleh setiap orang tua agar anaknya kelak tumbuh dan berkembang dengan mentalitas dan spiritualitas yang baik. Karena sangat sulit, meskipun ini bisa jadi berhasil, ketika orang tuanya tidak mengetahui kiat-kiatnya dan cara memberikan pendidikan terbaik kepada mereka. Sebab, Pendidikan terbaik adalah pendidikan keluarga itu sendiri.

Tulisan Okina Fitriani dan beberapa teman-temannya yang tertuang dalam buku ini adalah sebuah ikhtiar untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut dan memberikan kiat-kiat suksesnya. Hadirnya buku ini juga mengkritisi beberapa kesalahan orang tua dalam mendidik anak. 

Buku Enlightening Parenting, adalah sebuah buku kelanjutan dari buku sebelumnya, yaitu The Secret of Enlightening Parenting, —buku yang membahas cara mengasuh anak agar menjadi pribadi tangguh menjelang generasi gemilang. Kedua buku tersebut memiliki ketersambungan dalam menyajikan bagaimana etika mendidik anak. Buku Enlightening Parenting ini, lebih kepada berbicara pengalaman setelah mengikuti hasil pelatihan parenting yang diasuh langsung oleh Master Parenting: Okina Fitriani. Hasilnya,  Enlightening Parenting banyak membantu para orang tua menemukan solusi mendidik anak dengan cinta.

Para orang tua tidak boleh sepenuhnya menyalahkan anak-anaknya tatkala menemukan perilaku anak-anaknya yang tidak sesuai dengan akhlak, moral dan budi pekerti luhur. Karena bisa jadi, hal itu merupakan kesalahan orang tua sendiri yang selama ini belum disadari di dalam mendidik anak-anaknya. Para orang tua perlu mengevaluasi sebelum hal itu benar-benar terjadi. Para orang tua perlu belajar banyak hal bagaimana cara mendidik anak dengan cinta tersebut. Anak-anak akan dapat terbentuk dengan sikap dan perilaku yang baik yang apabila dalam mengasuh anak dilakukan dengan basis cinta. Anak-anak bukanlah sebuah robot yang gampang diatur begitu saja, perlu adanya sebuah rentetan upaya untuk mewujudkan itu semua.

Pembagian pertama berupa tulisan Okina Fitriani, yang di dalamnya membahas bagaimana cara mendidik anak yang baik menggunakan metode Enlightening Parenting. Sementara tulisan-tulisan di bab-bab berikutnya adalah diisi oleh teman-teman Okina sendiri yang berbicara mengenai kisah-kisah pengasuhan sehari-hari para penulis. Pada bab-bab tersebut  akan kita temukan bagaimana para penulis ini berhasil mendidik anak-anaknya tersebut berdasarkan petunjuk-petunjuk dan tehnis yang telah mereka dapatkan dari materi hasil ikut pelatihan bersama  Okina (hal. 5).

Pada dasarnya, setiap anak ini dibekali dengan potensi baik dan suci (fitrah). Dalam artian, bahwa manusia pada hakikatnya adalah diciptakan dengan sebaik-baiknya ciptaan dan dengan potensi yang ia miliki. Mushthafa ‘Asyur ketika memberikan kata pengantar dalam kitab al-kitab al-firasat karya Imam Fakhruddin ar-Razi, juga menjelaskan bahwa manusia memiliki watak (karakter) baik. Perubahan watak menjadi buruk hal itu terkadang disebabkan oleh pergaulan dan interaksi seseorang dengan budaya baru, dan kadang kala meniru perilaku mereka. Di sini sangat jelas bahwa peran orang tua dibutuhkan untuk memberikan pengawasan.

Di dalam mendidik anak sebisa mungkin harus menjauhi pemaksaan pada anak-anaknya untuk melakukan berbagai hal. Menurut Evi Ghozaly, memaksakan kehendaknya kepada anak dapat menyebabkan rasa kasih sayang anak-anak terhadap orangtua berkurang. Orangtua yang baik adalah mereka yang mampu memahami dan mengetahui segala sesuatu mengenai anaknya, meliputi kebiasaan, jadwal, hal-hal yang disukai maupun yang tidak disukainya. Anak yang merasa difahami akan lebih terbuka untuk lebih mendengarkan dan melakukan apa yang dikatakaan orang tua (hal. 51-52).  

Sebagai contoh kesalahaan terbesar bagi orang tua adalah melakukan pemaksaan kehendak agar anak-anaknya mampu memahami dan menuruti kemauan mereka tanpa memperhatikan kapasitas kemampuan anak. Bentuk pemaksaan orangtua kepada anak misalnya disuruh cepat mandiri, cepet pintar, cepat rajin beribadah, dan cepat cepat lainnya. Lebih fatal lagi, ekspresi yang ditonjolkan orangtua di depan anaknya dengan menunjukkan muka garang dan marah-marah. Ini merupakan kesalahan terbesar dalam mendidik anak. Bukanya mereka memahami, malahan mereka diam-diam semakain tidak menyukai orang tua. Sikap yang seperti ini sering terjadi di lingkungan pendidikan keluarga, yang kata Evi Ghozali bukan ciri dari pendidikan cinta itu sendiri.

Di sinilah letak pentingnya ilmu parenting yang perlu pembaca fahami dan kuasai. Menguasai ilmu ini akan memudahkan kita bagaimana cara mendidik anak yang ideal yang sesuai dengan keinginan orang tua. Ada lima pilar yang harus difahami para orang tua, yaitu: (1) mengelola emosi, (2) fokus pada tujuan, (3) membangun kedekatan, (4) ketajaman indera, (5) fleksibel dalam tindakan. Selain kelima pilar ini, masih ada langah-langkah ideal tentang Parenting. Namun demikian, ketika maksimal mengaplikasikan lima pilar ini tentu mudah bagaimana cara mendidik anak yang ideal, dengan perilaku sempurna yang sesuai dengan yang diidamkan para orangtua.

Dengan demikian, untuk memperoleh anak-anak dengan karakter yang bagus sebenarnya sangat mudah setelah memahami cara pendidikannya. Buku ini cocok sekali dikonsumsi bagi kalangan luas, terkhusus bagi para calon orangtua yang mengharapkan kehadiran anak dengan karakter ideal tersebut. Buku ini berisi cara pendampingan anak dari sejak usia 0-6 tahun, yang dilengkapi dengan kisah-kisah praktis para penulisnya. Selamat membaca. (*)

Buku: Enlightening Parenting

Penulis: Okina Fitriani

Penerbit: Serambi

Tebal: 263 halaman

Cetakan: 2021

ISBN: 978-602-290-110-5

*) Santri PP Motivator Quran Ekselensia Indonesia Bogor Jawa Barat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *