oleh

Kinerja Penyuluh di Bangkalan Dinilai Setengah Hati

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Sulitnya menebus pupuk bersubsidi sering dikeluhkan oleh petani. Hal tersebut ditengarai karena minimnya jumlah tenaga penyuluh di Bangkalan. Sehingga, kinerja penyuluh untuk melakukan pendataan kurang maksimal.

Padahal petani sudah sering menyetor persyaratan kepada pihak distributor, seperti kartu keluarga (KK) dan form rekening penebusan pupuk bersubsidi. namun masih saja masyarakat dibingungkan dengan ribetnya administrasi terkait penebusan pupuk.

”Saat ini petani sedang memasuki musim tanam dan membutuhkan pupuk. Petani ini ada yang dikasih pupuk ada yang tidak,” ujarnya Ketua Paguyuban Pemuda Bangkalan (PBB) Subairi, Selasa (24/11/2020).

Lelaki yang kerap disapa Ubay ini mengungkapkan, hanya sebagian petani yang dimintai data untuk dimasukkan dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Sehingga tidak jarang ditemukan saat ini banyak petani yang belum masuk ke data  e-RDKK.

“Mungkin ini adanya keterlambatan pendataan dan minimnya penyuluh dari dinas yang sekitar 70 orang saja. Sehingga data-data petani ini terlambat akibat sedikitnya penyuluh,” imbuhnya.

Terpisah, anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Fathor Rosi menjelaskan, bahwa komisinya sudah mendatangi pabrik pupuk yang berada di Gresik pada minggu kemarin. Hasilnya, bahwa Bangkalan mendapatkan alokasi 19 ton di tahun 2020 dan tersisa masih 7 ribu ton yang belum didistribusikan kepada masyarakat.

“Kurangnya pupuk di Bangkalan ini akibat kebutuhan pupuk di Jawa Timur yang meningkat secara bersamaan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura (Dispertahorbun) dan Badan Pelaksana Pupuk di Bangkalan.

“Oleh karena itu, Komisi B mendatangi pabrik pupuk di Gresik agar dapat menyelesaikan suplai pupuk. Alhamdulillah, pupuk saat ini sudah ada di Bangkalan, tinggal didistribusikan,” pungkasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed