Kinerja Polres Pamekasan Jadi Sorotan, Utang Dua Kasus Pembunuhan Tidak Terungkap

  • Whatsapp
MELINTAS: Polres Pamekasan kian jadi sorotan, belum terungkap kasus pembunuhan sebelumnya, kini muncul kasus pembunuhan baru dengan pola yang hampir sama.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Kinerja kepolisian yang lambat menjadi sorotan publik. Pasalnya, terdapat kasus pembunuhan sadis yang tidak kunjung terungkap pelakunya. Padahal, sejumlah saksi sudah dilakukan pemeriksaan dan peristiwa pembunuhan itu sudah terjadi sejal awal tahun 2018 lalu.
Belum selesai kasus yang sempat menyita perhatian pulik itu, kini muncul kasus pembunuhan baru. Polanya hampir sama, korban dibunuh dan beberapa barang berharganya raib. Sampai saat ini, dua kasus itu tidak jelas motifnya, sekadar perampokan atau pembunuhan berencana.
Kasus pertama yang terjadi pada 30 Januari 2018 lalu menimpa Sri Banowati Ningsih (54), istri Mulyadi yang menjabat kepala Bidang Pengadaan dan Prasaana Dinas Perhubungan Pamekasan.
Korban yang merupakan warga Kelurahan Lawangan Daya ini, diketahui meninggal dunia di depan kamar mandi rumahnya dengan luka di bagian kepala belakang.
Peristiwa berikutnya menimpa pengusaha mebel asal Pamekasan, Amir Hud Alkatiri (51), Senin (1/7) 2019 sekitar pukul 23.30 WIB. Warga Jalan Pintu Gerbang, Kelurahan Bugih Pamekasan itu ditemukan meninggal di rumahnya dengan 6 titik luka di sekujur tubuhnya. Sedikitnya sudah ada 11 saksi yang diperiksa dalam peristiwa itu.
Menurut anggota Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Ali, kasus pembunuhan merupakan pidana yang sangat berat, seharsunya Polres Pamekasan lebih serius dalam mengusutnya, bahkan menjadi salah sayu kasus yang harus diprioritaskan untuk segera diselesaikan.
Selain agar segera ditemukan pelakunya, juga memberi kepercayaan masyarakat terhadap kinerja institusi kepolisian.
“Dengan begitu hukum di indonesia benar benar ditegakkan,” ujarnya.
Terkait kasus pembunuhan Amir Alkatiri, Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Heri Siswo mengutarakan, saat ini masih sedang penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi.
Heri menjelaskan, minimnya saksi masih menjadi kendala terhadap pengungkapan kasus tersebut. Hal itu juga dialami dalam pendalaman kasus pembunuhan terhadap Sri Banowati Ningsih, sehingga setelah lebih dari setahun dari peristiwa, statusnya masih tetap penyelidikan.
“Kami carilah intinya kasus itu terus menerus dilakukan secara serius,” ujarnya, Selasa (9/7).
Sebelumnya, Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengaku belum bisa mengungkap pelaku pembunuhan. Namun sudah 13 saksi telah diperiksa, termasuk pengumpulan bukti bukti.
“Saksi-saksi itu diantaranya orang dekat korban dan masyarakat sekitar. Namun, kami belum berani menentukan pelakunya,” paparnya.
Teguh berdalih, dalam pengungkapan kasus pembunuhan, ukurannya bukan lambat dan cepat. Menurutnya, ada yang dapat diungkap dengan singkat dan ada pula yang butuh waktu lama. (km45/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *