Kios Dibolehkan Jual Pupuk Subsidi di Atas HET dengan Syarat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/dok) TEGAS: Dispertan Sampangakan berikan sanksi teguran kepada memiik kios nakal yang menjual pupuk di atas HET tanpa disepakati dengan petani.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang ringankan kios untuk menentukan harga penjualan pupuk subsidi kepada semua petani. Terutamayang berkaitan dengan adanya  biaya transportasi untuk mengantarkan pupuk kepada pembeli.

Namun, dilonggarkannya harga pupuk tersebut harus berdasarkan kesepakatan bersama, yakni antara petani dan kios, serta kepala desa (kades) setempat.

Bacaan Lainnya

Penegasan itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispertan Sampang Suyono.Harga pupuk sesuai HET senilai Rp90 ribudengan isi 50 kilogram.Sehingga kenaikan harga jual yang pantas diperkirakan Rp95 ribu. Tambahan Rp5 ribu itu untuk biaya transportasi dari kios ke tempat petani.

Tetapi jika ada kios yang menjual pupuk diatas HET dan dapat merugikan petani, dirinya menegaskan akan diberikan sanksi. Seperti kios di Kecamatan Banyuates yang menjual harga pupuk sampai Rp130 ribu persak.

“Kios itu harus menjual sesuai harga di HET, jika mau jual diatas itu harus ideal, tapi tidak boleh memberatkan dan merugikan petani,” ungkapnya, Selasa (24/11/2020).

Menurut Suyono, desa yang sudah menerapkan kerjasama dengan petani tersebut, selama ini hanya Kecamatan Torjun.Untuk desa lainnya masih bertahap. Langkah tersebut untuk mencegah kios-kios nakal seperti di Banyuates itu.

Selain itu, Suyono meminta kepada semua pihak untuk melaporkan ke dinasnya jika ada kios yang menjual pupuk diatas HET yang merugikan petani, sehingga nanti akan akan diberikan sanksi teguran kepada pemilik kios.

“Ketika semua pihak dipertemukan, nanti harganya bisa diketahui, dan ini sebagai antisipasi terjadi penjualan pupuk yang mengambil untung banyak,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) Arifin menuturkan, dirinya mendukung jika itu akan diterapkan. Tetapi, dalam pendistribusian, tetap harus diawasi, kareta tidak jauh kemungkinan penjualan pupuk di atas HET terjadi.

“Saya mendukung jika seperti itu, tapi pengawasan tetap, karena banyak mudus untuk mengalabui petani,” tanggapnya.

Dia tidak setuju dnegan sanksi teguran,karena jika memang benar-benar kesalahan yang ditemukan atau ada bukti kuat, seharusnya langsung dicabut izin operasionalnya.

“Seharusnya dicabut izinnya. Banyak toko yang bersedia menyalurkan, dan jika teguran kejadian itu rawan terjadi, karena ketegasannya setengah-setengah,” singkatnya. (mal/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *