Kios Hangus Terbakar, Bertahan Jualan untuk Biaya Hidup

  • Bagikan
BERJUALAN: Suyati yang merupakan pedagang tahu sedang membereskan dagangannya

Panas api yang masih menyala di kiosnya tidak menyurutkan perempuan paruh baya tersebut berjualan. Berjualan tahu menjadi satu-satunya sumber penghasilan untuk menghidupi ketiga anaknya. Tak peduli bekas kebakaran Pasar Tanah Merah tersebut sudah diberi garis kuning polisi atau Police line dengan tulisan “Dilarang Melintas Garis Polisi”.

FA’IN NADOFATUL M,TANAH MERAH

Perempuan tersebut bernama Suyati. Setiap pukul tiga pagi dirinya harus siap menjajakan dagangannya di Pasar Tanah Merah. Namun, kali ini merupakan pagi yang berbeda untuknya. Di mana dia harus bertahan di tengah panasnya api untuk menghabiskan dagangannya.

Dalam raut wajahnya tidak tampak kesedihan. Hanya wajah lesu yang ia tunjukkan. Bersama sang suami, Poniman, pagi ini beberapa bak wadah tahunya telah gosong.

“Pasrah mbak, biasanya sisa tahu kemarin masih saya tempatkan disini (kios, red), ini tahu baru yang saya bawa tadi,” katanya sembari membereskan sisa-sisa kebakaran.

Mulai besok, Suyati mengatakan, akan libur berjualan dulu. Sebab, menurutnya, sudah tidak ada tempat lagi untuknya menjual tahu-tahu tersebut. Tahu yang ia jual hanya seharga seribu satu potongnya. Namun, baginya dari sini ia bisa makan.

“Libur dulu besok, mau pindah. Ya kalau mau pindah sekitar sini aja. Nanti cari tempat yang bisa ditempati,” ujarnya.

Mengenai kios dan dagangannya, ia mengaku tidak ingin menghitung berapa besar jumlah kerugiannya. Sebab, Suyati mengungkapkan, akan merasa sedih jika tahu berapa kerugian yang ia derita. Menurutnya, kerugian nanti akan dikembalikan oleh Tuhan.

“Gak saya hitung berapa ruginya. Nanti malah membuat saya pusing, sedih kalau tahu. Yang jelas hari ini tidak ada pendapatan. Ini tahunya mau saya bawa pulang. Saya jual lagi di tetangga nanti,” keluhnya.

Baca juga  DPRD Bangkalan: Tiga Raperda BUMD Tunggu Nomor Register

Suyati menceritakan, pada malam sebelum kebakaran, dirinya tak punya firasat apapun. Seperti biasa pukul 13.00 siang ia pulang. Dirinya baru mendengar ada kebakaran pukul 21.00 WIB. Kala itu, tetangganya mengatakan, bahwa pasar Tanah Merah kebakaran. Namun, dirinya tak berani untuk memastikan apakah kiosnya ikut terbakar juga atau tidak.

Suyati baru melihat bahwa kiosnya ludes dilalap jago merah pagi kemarin. “Bapak yang malamnya langsung lihat. Katanya apinya besar, sampai mau ke jalan raya. Saya di rumah takut, kalau tahu kios saya terbakar kaki saya lemas nanti,” pungkasnya.

Saat ini sendiri Pasar Tanah Merah telah diisi pedagang setidaknya berjumlah mencapai 1.600 pedagang. Jumlah total pedagang tersebut baik yang menempati sisi utara dan selatan di Pasar Tanah Merah. Sedangkan, pasar Tanah Merah terbakar di sisi selatan yang diperkirakan menghanguskan 180 kios. (ina/pai)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan