oleh

Kios Pasar Margalela Disinyalir Dikuasai Oknum Pejabat

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Banyaknya kios di  Pasar Margalela yang mulai tutup sejak awal mulai terungkap penyebabnya. Disinyalir tiga puluh persen dari ratusan kios merupakan milik oknum pejabat di Sampang.

Sehingga, kepemilikan kios tidak murni dimiliki pedagang. Akibatnya, saat pasar sepi dan gagal dikelola, semua kios milik pejabat tutup. Hal itu dinilai dirugikan oleh pedagang.

Hal itu diungkapkan, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Margalela, Rahmad. Dia menyelidiki penyebab banyaknya kios ditutup dan terungkap banyak milik oknum pejabat dan pegawai negeri sipil (PNS). Oknum pejabat sengaja ingin membuka usaha, tapi saat sepi langsung ditutup.

“Setelah kita selidiki ternyata banyak yang milik oknum pejabat. Khususnya pejabat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang sekarang menjadi Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopenda),” katanya.

Diungkapkan, jika pembantu pejabat yang menjaga kios. Rata-rata satu orang memiliki izin di lima kios dengan nama berbeda. ”Termasuk sejumlah oknum PNS juga mempunyai hak menempati kios,” katanya.

Dikatakan, kepemilikan izin kios itu dinilai wajar oleh pedagang. Karena sama-sama mempunyai hak untuk berjualan. Tapi jika yang dikuasai lebih dari dua kios itu yang dianggap tidak wajar. Sehingga merugikan masyarakat yang benar-benar ingin membuka usaha.

“Dengan kejadian itu sangat merugikan masyarakat. Sebab hak mereka untuk mendapatkan kios tersingkir oleh pejabat yang memiliki kekuasaan,” katanya.

Pihaknya berharap pada penataan ulang tidak terjadi kasus yang sama. Sebab berdampak pada komitmen pedagang. Terbukti, saat pasar sepi kios milik pejabat langsung tidak beroperasi. Karena tidak mempunyai beban seperti pedagang asli.

Salah satu anggota paguyuban pedagang Margalela, Dawam, juga membenarkan hal itu. Bahkan, puluhan kios dikuasai oleh sejumlah oknum  pejabat. Sehingga keseriusan berjualan tidak ada. Akibatnya tutup dan membuat pengunjung semakin sepi. Karena dinilai di pasar Margalela tidak banyak penjual.

Terpisah, Kepala Diskopenda Sampang Suhartini Kaptiati saat dikonfirmasi berdalih tidak mengetahui hal itu. Sebab menurutnya, saat penentuan pemilik hak penempatan kios pihaknya belum menjadi pimpinan di Diskopenda.

“Saya tidak tahu masalah itu. Karena saya masih baru. Tapi kami akan berlakukan penentuan pedagang secara profesional untuk penataan ulang nantinya,” ucapnya. (man/mam)

 

Komentar

News Feed