Kios Pupuk Disalahkan lantaran Kenalkan Manfaat Pupuk Organik

  • Bagikan
(FOTO: KM/DOK) MAFIA: Kelangkaan pupuk subsidi diyakini karena ulah oknum yang mencari keuntungan pribadi.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Penjualan pupuk organik dengan sistem paket, membuat warga Desa Jaddih desa sekitar di Kecamatan Socah, Bangkalan, geram. Sebab, petani merasa dipaksa unyuk.membeli pupuk organik dengan cara dipaketkan dengan pupuk urea danponska. Padahal berdasarkan aturannya penjualan pupuk tidak boleh dipaketkan.

Kejadian itu diungkap Ketua Ikatan Mahasiswa Socah, Mustaqim. Dikatakan bahwa penjualan pupuk subsidi dengan sistem paket itu merugikan banyak petani. Karena ada kewajiban membeli pupuk organik saat hendak membeli kedua pupuk bersubsidi lainnya.

”Kami sudah mendapatkan dan keluhan dari warga, makanya kami segera bertindak,” tuturnya.

Mustaqim menyampaikan, dari enam kios yang berasa di Kecanatan Socah, hanya satu kios yang menjual dengan sistem paket. Sehingga membuat petani enggan membeli.

“Kami akan segera membentuk posko pengaduan pupuk, agar kami bisa tahu dan membantu kebutuhan dan permasalahan petani,” paparnya.

Sementara itu, salah satu distributor pupuk di Kecamatan Socah, Pramono, membenarkan bahwa hal itu terjadi. Yakni memang ada pupuk yang menjual pupuk dengan sistem.paket, tetapi sudah akan dihentikan.

”Sebelumnya iya memang ada, tapi sekarang dan kedepan tidak akan ada lagi seperti.ini,” terangnya.

Pramono juga mengakui bahwa penjualan pupuk secara paket tidak dibenarkan dengan alasan apapun.Tetapi menurutnya, yang dilakukan oleh kios tersebut memang masuk akal, karena ingin sosialisasikan manfaat pupuk organik.

Terpisah, pemilik kios pupuk di Kecamatan Socah, Abduk Azis menjelaskan, yang dilakukannya adalah bentuk sosialisasi agar petani mengetahui dan bersedia menggunakan pupuk organik yang juga disubsidi. Dia juga ingin menyosialisasikan manfaat pupuk organikyang bagus untuk tanah dan tanaman.

”Ini hanya salah paham saja, saya tidak pernah memaksa, tapi menjelaskan bahwa manfaat pupuk organik juga bagus,” terangnya.

Baca juga  Pelarangan Tidak Efektif, Bus Bebas Beroperasi

Berkaitan dengn sistem penjualan secara paket, Azis membantah telah memaketkan tiga jenis pupuk agar dibeli secara bersamaan. Karena berdasarkan pada acuan rencana definitif kebutuhn kelompok (RDKK),pupuk organik juga dijatah oleh pemerintah, sehingga memang seharusnya dimanfaatkan.

”Saya niatnya hanya membantu dan mensosialisasikan, tetapi jika memang tidak dimungkinkan, ke depan tidak akan lagi ada istilah semacam itu,” pungkasnya. (km59/waw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan