oleh

Kiper Madura United Tetap Latihan di Bulan Ramadan

Kabarmadura.id-Bulan Ramadan tidak menyurutkan semangat penjaga gawang muda Madura United Fawaid Ansory. Pasalnya, dia tetap menyisakan waktu untuk berlatih setiap sore, meskipun sembari berpuasa.

Dijelaskannya, langkah tersebut diambil tidak terlepas guna menjaga kondisi fisiknya. Serta, dia tengah menjaga ketahanan tubuh di tengah wabah Covid-19. Ditambah lagi, dia tinggal di Kecamatan Kamal, Bangkalan yang sudah masuk zona merah.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) per-Minggu (26/4/2020), 9 pasien terinfeksi Covid-19, 6 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 372 orang dalam pantauan (ODP) di Kabupaten Bangkalan. Jumlah pasien terinfeksi Covid-19 tersebut tercatat tertinggi di Pulau Madura setelah Kabupaten Pamekasan yang hanya 7 pasien.

“Iya tetap latihan walaupun di Bulan Ramadan ini. Gunanya, pertama untuk menjaga kondisi fisik, karena kompetisi telah dihendtikan sementara. Kedua, buat menjaga ketahanan tubuh di tengah wabah Covid-19 ini. Iya, memang ngak maksimal sih latihan di bulan Ramadhan, tidak seenergik biasnaya,” curhat Fawaid kepada Kabar Madura, Senin (27/4/2020) sore.

Selain berolahraga, alumnus Madura United U20 tersebut menjaga pola makan sehat. Dia lebih banyak mengkonsumsi seperti sayuran dan buah guna menaikkan imun tubuh.

“Tidak hanya berolahraga. Kami semua harus menjaga pola makan sehat. Harus banyak mengkonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, karena bagusuntuk menaikkan imun kami,” sambungnya.

Di samping itu, Fawaid bercerita, kalau sudah rindu sekali berlatih dalam arahah Rahmad Darmawan. Serta, bercanda dengan Slamet Nurcahyo dan kawan-kawan ketika berlatih.

“Yang saya rindukan, iya suasana latihan yang seru, yang sangat menggambarkan kekeluargaan di Madura United. Salin bercanda, yang senior juga ngajak kami semua bercanda, juga membimbing kami yang muda-muda agar bisa lebih baik,” tandasnya soal momen yang dirindukan sebelum wabah Covid-19 merebak Indonesia. (idy/nam)

Komentar

News Feed