KIPI Tinggi, Masyarakat Bangkalan Hindari Divaksin Moderna

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) VAKSIN MASSAL: Warga yang disuntik oleh tenaga kesehatan menggunakan vaksin Moderna.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin Moderna yang lebih tinggi dibandingkan dengan tiga jenis vaksin lainnya, menyebabkan masyarakat lebih banyak memilih untuk divaksin dengan jenis Sinovac.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo memang mengakui hal tersebut. Sehingga di Bangkalan memakai empat vaksin, Sinovac, Astrazeneca, Moderna dan Sinofram.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, dia meminta agar masyarakat tidak memilih-milih vaksin. Sebab, kandungan dalam vaksin sama, yakni sama-sama membentuk kekebalan tubuh atau immunity dari Covid-19.

“Sebenarnya masyarakat yang memilih-milih vaksin tersebut kurangnya sosialisasi mengenai kandungan empat jenis vaksin yang terpakai di Bangkalan,” katanya.

Lelaki yang kerap disapa Yoyok ini mengatakan, empat vaksin tersebut sudah beberapa kali dilakukan kajian. Maka semua vaksin masuk ke Indonesia, khususnya yang dipakai di Bangkalan, adalah vaksin yang aman dan bermutu. Sehingga, dia meminta masyarakat untuk tidak memilih-milih vaksin.

“Yang selama ini masyarakat taunya vaksin Sinovac yang paling aman dan nyaman. Padahal selama ini dengan vaksin yang lain tidak jauh beda. Memang saya akui, vaksin Moderna ini untuk beberapa golongan ada KIPI-nya lebih tinggi dibandingkan Sinovac,” paparnya mengenai kandungan vaksin di Bangkalan.

Namun, meski KIPI Moderna lebih tinggi, hal tersebut terbatas waktu. Artinya, efek sampingnya hanya mual, muntah dan pusing dalam beberapa waktu. Dalam beberapa hari akan hilang dengan sendiri. Dia memaparkan, regulasi penyuntikan vaksin pertama dan dosis kedua harus sama. Tidak boleh dosis pertama Sinovac dan dosis kedua Moderna. Harus sama-sama satu jenis vaksin.

“Selama aturan belum berubah, sebab itu tidak bisa kalau penyuntikan dosis satu dan dua beda,” terangnya.

Sejauh ini, KIPI akibat Moderna yang masuk laporan ke Dinkes seperti gejala panas, demam dan batuk sekitar 20 sampai 30 persen dari masyarakat yang sudah divaksin Moderna. Saat ini, pihaknya sedang mencari trik dan solusi agar menghindari KIPI.

“Rata-rata yang KIPI-nya tinggi yang sudah mendapatkan dari tenaga kesehatan (nakes). Karena memang mereka mendapatkan suntikan vaksin beberapa kali. Sedangkan untuk masyarakat yang mendapat vaksin Moderna dosis malah jarang kasus KIPI-nya, saya lihat aman-aman saja,” tandasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *