Kiprah Pemuda Karang Taruna Semakin Mati Suri

  • Whatsapp
MEMBEKU: Salah satu kegiatan karang taruna di Desa Planggiran, Tanjung Bumi, Bangkalan.

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas atau prestasi pemuda-pemudi di Bangkalan minim. Kiprah pemuda dalam karang taruna pun dinilai mati suri. Hal tersebut diakui oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan Moh. Sa’ad Asdjari.

Usai menghadiri upacara Hari Sumpah Pemuda, dirinya mengatakan, bahwa mati surinya karang taruna di Bangkalan menjadi atensinya saat ini.

“Mohon maaf ya, karang taruna yang selama ini mati suri menjadi atensi kami, bagaimana kami bisa menghidupkan kembali. Sebab, Karang Taruna ini menjadi wadah dan kiprah pemuda yang ada di desa untuk beraktivitas,” katanya, Senin (28/10).

Selain perkembangan Karang Taruna yang selama ini mati suri, organisasi-organisasi pemuda lainnya juga dinilai kurang produktif. Namun, Sa’ad berjanji akan menjembatani dan mewadahi pemuda agar terus melakukan kegiatan yang positif di organisasi-organisasinya.

“D isini ada KNPI ya yang menaungi mereka, kami sudah komunikasi dengan mereka agar bagaimana pemuda-pemuda ini bisa tersalurkan kegiatannya, bakat dan hobinya,” jelasnya.

Sedangkan mengenai anggarannya, dia belum bisa menjelaskan nilai pastinya. Menurutnya, anggaran untuk organisasi-orgainsasi kepemudaan itu akan menjadi pembahasan di rancangan APBD 2020.

“Kalau bicara masalah anggaran ini tidak akan selesai-selesai nanti, intinya yang terpenting kita tetap semangat dalam membangun dan memfasilitasi peran pemuda dan semua golongan harus ikut terlibat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengungkapkan, peran pemuda dalam membangun Bangkalan sangat diharapkan. Dirinya berharap agar para pemuda di Bangkalan mampu mengikuti perkembangan zaman, berproduktivitas yang positif, kreatif dan inspiratif. Melalui organiasasi-organisasi pemuda yang ada di Bangkalan baik di lingkup daerah maupun lingkup lembaga pendidikan.

Pria yang akrab disapa Ra Latif itu menegaskan, bahwa pemuda menjadi alarm tersendiri baginya. Sebab, melalui forum tersebut, para pemuda sudah cukup andil dalam membangun Bangkalan dengan menyampaikan aspirasi-aspirasi, saran dan masukan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya kritikan-kritikan tersebut agar membangun Bangkalan lebih baik lagi,” tandasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *