oleh

Kisah Akhmad Fauzan dan Akhmad Fauzi, Saudara Kembar asal Proppo 

Kabarmadura.id/Pamekasan-Kompak, saling peduli, dan memiliki semangat serta cita-cita yang sama. Hal tersebut layak menjadi ungkapan terhadap saudara kembar Akhmad Fauzan dan Akhmad Fauzi, warga Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.

ALI WAFA, PROPPO

Saudara kembar ini memiliki perjalanan hidup dan perjuangan yang tidak jauh berbeda. Akhmad Fauzan dan Akhmad Fauzi, lahir pada 05 Juni 1983 lalu. Sebagai saudara  kembar tentu mereka memiliki kesamaan tersendiri. 

Mereka memiliki kesamaan dalam spirit perjuangan dan dedikasi terhadap desa yang mereka cintai. Meski keduanya memiliki basic pendidikan yang tidak sama, Akhmad Fauzan merupakan sarjana ilmu komputer, sementara Akhmad Fauzi sarjana pendidikan. 

Keduanya merupakan alumnus kampus hijau, yaitu Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan. “Kami hanya menjalani proses mengikuti ketukan hati, kebetulan panggilan hati lebih sering sama, jarang sekali kami berseberangan, karena kami solid,” ungkap Fauzan kakak dari Fauzi.

Sejak mudanya dulu, mereka berdua selalu memiliki kesamaan pandangan. Semasa kuliah, mereka bersama-sama menjadi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Setelah kuliah mereka berdua menekuni bisnis percetakan di area kota Pamekasan, dengan nama Kembar.Net.

Bisnis tersebut mereka jalani dari nol, segala sesuatunya mereka kerjakan berdua. Kemampuan Fauzi sebagai sarjana komputer mampu dimanfaatkan dalam manajemen usaha percetakan. 

Mereka menekuni bisnis tersebut cukup lama, hingga kemudian memiliki sejumlah usaha cabang di Pamekasan. Bahkan semangat dan giat yang sama. Saat ini keduanya mendedikasikan diri sebagai perangkat desa. 

Keduanya selalu menjadi sepasang duet yang selalu menciptakan perubahan di desa. Para pemuda dan masyarakat yang memiliki usaha kecil, tidak luput dalam sasaran pengabdian dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul di desa.

Jiwa bisnis mereka pun terus dijalani dalam pengelolaan badan usaha milik desa (BUMdes). Sinergi yang sama dalam membangun desa terbukti, saat ini Desa Pangorayan telah mengalami banyak perubahan. 

Mereka tidak segan untuk menularkan semangat, pengetahuan serta pengalamannya kepada para pemuda di desanya. Sebab mengimpikan sebuah tatanan kehidupan Desa yang berkemajuan dan memiliki SDM yang unggul dan kreatif merupakan tujuan awalnya.

“Ketika kami menjalani sebuah proses, maka harus dijalani dengan ikhlas, maka apa yang kami cita-citakan insyaallah akan berhasil,” ucap Fauzi. (*/ito)

Komentar

News Feed