Kisah Anak Penjual Keripik Juara Akuntansi, Pintar Bagi Waktu antara Belajar dan Bantu Orang Tua

Uncategorized9 Dilihat

KM.ID | PAMEKASAN — Siapapun bisa berprestasi. Tidak memandang keturunan siapa dan bagaimana pekerjaan orang tuanya. Terpenting, memiliki kemauan dan tekad untuk meraih prestasi.

 

Hal itu dibuktikan oleh Sumiati, siswi kelas akhir SMK Negeri 1 Pamekasan. Baru-baru ini, dia berhasil menyabet dua juara membanggakan. Yakni, juara III Lomba Akuntansi tingkat SMA se-Jawa, Bali dan Yogyakarta di Universitas Wiraraja Sumenep, dan juara I Lomba Akuntansi di Politeknik Negeri Madiun.

 

Prestasi yang diukirnya tidak didapatkan secara mudah. Sebab, dia menyebutkan, harus pintar membagi waktu antara fokus belajar dengan membantu orang tuanya. Bahkan, Sumiati mengaku tidak punya banyak waktu untuk bersantai ria.

 

“Saya juga ikut bimbel di sekolah,” ujarnya kepada KM.ID, Senin (3/10/2022).

 

Perempuan yang biasa disapa Mia itu bukan anak yang terlahir dari keluarga yang mampu. Ayahnya seorang kuli lepas. Sedangkan ibunya seorang pembuat keripik singkong untuk membantu perekonomian keluarga.

Baca Juga :  PR Ayunda Utamakan Tembakau Madura, Targetkan Dua Ribu Pekerja

 

“Bapak saya hanya seorang kuli. Makanya ibu juga harus kerja buat nambah-nambah keuangan,” jelas gadis kelahiran 3 Januari 2005 itu.

 

Gadis asal Dusun Tengah, Desa Nyalabu Daya, Kecamatan Pamekasan itu bercerita, dirinya menyukai pelajaran akuntansi berawal dari rasa penasaran.

 

“Saya menyukai akuntansi, gara-gara mbak yang sering ngomong itu, makanya penasaran,” ungkap Mia.

 

Saat ini, Mia semakin semangat untuk meningkatkan kemampuannya di bidang akuntansi. Dia juga bertekad akan terus mengikuti kompetisi di berbagai ajang untuk mengasah kemampuannya.

 

“Saya bercita-cita menjadi akuntan, semoga saja terwujud,” harapnya.

 

Reporter: M. Arif

 

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *