Kisah Dhoqi Dofiri, Dulu Menjajakkan Kopi saat Kuliah, Kini Jadi Bos Jasa Pembuatan Website

News53 views

KABARMADURA.ID | Berawal dari yang sederhana menjadi suatu luar biasa adalah bagian perjalanan hidup yang kerap dialami oleh setiap individu. Tapi, dalam setiap perjalannya, masing-masing orang memiliki pilihan yang berbeda. Sebagian ada yang memilih untuk menikmati proses demi proses, sebagian pula ada yang memilih diam tanpa eksekusi. Namun berbeda dengan Dhoqi Dofiri, ia memilih terus melangkah dan menikmati setiap jengkal prosesnya. 

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Sosok yang saat ini menjadi dosen di Institut Agama Islam (IAI Nata) Nazhatut Thullab Sampang itu pernah menjual  kopi asongan di kampusnya. Tapi kini, Dofiri berhasil memiliki perusahaan sendiri yang di dalamnya terdapat beberapa unit jenis usaha. 

Uang beasiswa bidikmisi yang tidak cair selama dua bulan, memaksa pria kelahiran Brebes, Agustus 1991 itu harus menenteng termos yang berisi air panas ke kampusnya untuk menjual kopi. Kala itu, dia masih semester IV jurusan Ekonomi Syariah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan. 

Baca Juga:  P4TM Desak Ada Evaluasi Kebijakan Distribusi Pupuk Bersubsidi untuk Tembakau

Ia menjajakan kopinya saat malam hari. Sebab, aktivitas mahasiswa di malam hari lebih banyak dan kopinya berpotensi laris manis. Selain itu, dia juga menjajakannya ke kos-kosan dan lainnya. Bahkan, pria yang kini tinggal di Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur itu pernah diusir oleh satpam kosan elite. Saat itulah, ia merasakan kesedihan batin yang mendalam. 

“Jualnya saat malam. Saya tawarkan ke mahasiswa yang rapat, kajian, ataupun sedang berkegiatan lainnya. Karena meski malam banyak juga yang berkegiatan di kampus. Saat itu modalnya hanya Rp300 ribu, Rp150 ribu untuk beli termos, sisanya buat kebutuhan lainnya. Itu pun modalnya hasil pinjam,” terangnya.  

Kesukaannya dalam membaca buku para tokoh membuat ia termotivasi untuk mengembangkan kemampuannya dalam berwirausaha, utamanya di bidang information technology (IT). Salah satu tokoh yang jadi inspirasinya yaitu Elon Musk. Selain mendalami teori-teori ekonomi yang didapat di bangku kuliah, dirinya juga mengembangkan pengetahuannya melalui beberapa digital platform. 

Baca Juga:  APBD Sumenep Tahun 2023 Ditetapkan Rp2,6 Triliun

Pada tahun 2020, dirinya membangun usaha di bawah naungan perusahaan PT. Dholovis Development. Di dalamnya memuat jasa pembuatan website, fashion, toko emas, dan jasa konsultasi ekonomi dan bisnis. Menurutnya, setiap keinginan harus ada eksekusi yang jelas. 

Prinsip bapak satu anak itu ialah bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Oleh karenanya, usaha yang dibangunnya itu diharapkan mampu memberikan manfaat bagi semua orang, utamanya dalam membuka lapangan pekerjaan. 

“Suka berwirausaha sejak SMP, terus diseriusi hingga kini. Salah satunya terinspirasi dari Elon Musk yang usahanya di bidang IT. Akhirnya mulai belajar secara otodidak soal website, banyak klein, dan jadilah salah satu jenis usaha yang saya kelola sekarang,” ungkap alumnus sarjana magister Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu. 

Redaktur: Moh. Hasanuddin 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *