Kisah Inspiratif Kepala Disdik Pamekasan

  • Whatsapp

 

Pernah Melaut dan Berjualan Ikan Untuk Biayai Pendidikan

Kabarmadura.id/Pamekasan – Semangat untuk memiliki pendidikan tinggi yang berkualitas merupakan harapan semua orang. Namun, tidak semuanya bisa meraih hal itu dengan mudah. Kerja keras, ketekunan, kesabaran dan keyakinan kepada Tuhan menjadi bagian dari perjalanan hidup sosok sederhana Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Moch. Tarsun dalam meraih pendidikan tinggi nan berkualitas.

KHOYRUL UMAM SYARIF, KOTA

Siapa yang menyangka pria yang lahir di pesisir Desa Candi merupakan sosok pejuang tangguh di tengah deburan ombak sebagian laut Kabupaten Pamekasan. Kebanyakan orang saat ini, mungkin lebih mengenal sosok Moch. Tarsun sebagai pria sukses yang menduduki posisi strategis sebagai Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan.

Namun tidak banyak yang mengetahui, jika Tarsun di masa mudanya harus memeras peluh untuk bisa menyelesaikan pendidikan tinggi, seperti yang dia cita-citakan.

Mengawali pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Polagan 1 pada 1969-1974, Tarsun kecil sudah harus berjuang untuk mengenyam pendidikan seperti teman seumurannya.  Perjalan yang tidak mudah baginya, sebab, setiap hari dirinya harus menempuh hingga 7 sampai 8 kilometer dengan berjalan kaki dari rumahnya untuk bisa sampai ke sekolah.

Tak sampai disitu, kesabaran Tarsun kembali diuji saat dirinya hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Himpitan ekonomi yang mendera keluarga Tarsun, hingga kehilangan sosok seorang Ayah sejak kecil, membuat dirinya sempat berputus asa bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Namun, berkat bantuan dan motivasi dari Sumu Pranoto yang tak lain merupakan kepala sekolah tempat tarsun mengenyam pendidikan dasar, membuat Tarsun kecil mampu melanjutkan pendidikan ke  SMPN 1 Pamekasan pada tahun 1974-1977.

Cita-cita mulia untuk menjadi seorang guru yang profesional setelah lulus SMP, membakar tekadnya untuk bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah guru. Tarsun kemudian melanjutkan pendidikan di SMA PGRI  pada 1977 hingga-1981.

“Saya itu pernah melaut untuk mencari ikan di malam hari jika sekolah libur, bahkan saya juga pernah berjualan ikan ke pasar untuk membiayai pendidikan,” ujar Tarsun sambil menghela nafas saat bercerita pengalaman hidupnya, Senin (1/7).

Ketabahan dan ketekunan Tarsun untuk menyelesaikan pendidikannya dijawab oleh Allah dengan sempurna. Tarsun akhirnya bisa meraih apa yang dicita-citakan setelah diangkat menjadi guru SD di SDN Kertagenah Laok Kecamatan Kadur pada tahun 1982. Pengabdiannya sebagai guru dijalani selama 8 tahun lamanya.

Namun bukan Tarsun namanya, jika dirinya cepat berpuas diri dengan hasil perjuangannya. Pasalnya, setelah diangkat menjadi guru, Tarsun masih ingin mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, dia kemudian melanjutkan studinya ke Universitas Madura (Unira) dengan biaya sendiri dari hasil mengajarnya.

Hasilnya pun tidak mengecewakan, Tarsun kemudian mengabdikan diri menjadi pegawai di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Pakong setelah mengajukan alih tugas. Tak hanya itu, bonus dari seluruh kesabaran Tarsun berbuah manis saat dirinya diangkat menjadi staf di Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Pakong sejak tahun 1989 sampai 1992.

Tak sampai disitu, Tarsun terus mendulang sukses atas ketekunannya dalam bekerja. Setelah menjadi staf  di Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Pakong  selama empat tahun lamany, dia kemudian diangkat menjadi Kepala Cabang Dinas Pendidikan di Kecamatan Pegantenan pada tahun 1992 sampai 1997.

“Alhamdulillah berkat kinerja baik yang dikerjakan dalam setiap mengemban amanah tersebut, saya ditarik ke kantor Disdik Pamekasan menjadi kasi pada tahun 1997 hingga 1999,” ungkapnya.

Karir Tarsun di birokrasi bisa dibilang cukup cemerlan, karena setelah menduduki jabatan kasi di lingkungan Disdik Pamekasan, dia kemudian mendapatkan promosi jabatan ke sejumlah instansi pemerintahan di lingukan Pemkab Pamekasan.

Sebelum menduduki jabatan Kepala Disdik Pamekasan saat ini, dirinya pernah menduduki posisi kasi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) pada 1999. Jabatan itu dijalani Tarsun dalam kurun waktu cukup lama.

Baru kemudian, pada tahun 2008 Tarsun kemudian kembali menjabat Kasi Disdik Pamekasan, pada tahun 2011 dia kemudian mendapat promosi jabatan dengan menjadi Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS)  Disdik Pamekasan.

Kemudian pada tahun 2012, Tarsung diangkat menjadi Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) di Disdik Pamekasan. Baru pada tahun 2015, Tarsun menjadi Plt Kepala Dinas Pendidikan, sebelum akhirnya pada tanggal 17 Mei 2017, dia betul-betul meraih kejayaan dari apa yang diperjuangkan sejak kecil, saat dilantik menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan hingga sekarang.

“Jasa yang paling berharga dalam memngagapai semua ini adalah perjuangan ibu. Jadi ibu itu yang membiayai pendidikan saya dengan menjual ikan, karena selain menjadi nelayan keluarga saya pada waktu itu bertani sekedarnya karena keterbatasan lahan yang dimiliki,” imbuhnya.

 

Diceritakan Tarsun, suatu waktu saat hendak membayar uang SPP di masa SMP, himpitan ekonomi memaksa dirinya dan ibu tercinta berhutang kepada tetangga terdekatnya. Bahkan yang paling memilukan dan menjadi pelecut semangat hingga meraih sukses saat ini, adalah perjuangan sang ibu saat berpacu dengan waktu untuk mencari pinjaman uang agar dirinya bisa membayar SPP.

“Serba kekurangan lah pada waktu sekolah, mulai dari SMP itu kadang ngutang ke tetangga, kalau mau berangkat sekolah, ibu saya berangkat duluan untuk meminjam kepada tetangga, jadi sebelum sampai ke sekolah ibu saya berangkat duluan untuk mencari biaya SPP,” ujar Tarsun sambil terbata-bata mengenang masa penuh perjuangan itu.

Tarsun berharap, apa yang dia alami menjadi inspirasi bagi kaum muda milenial. Dia  mengingatkan pada kaum muda, untuk selalu tekun dalam setiap proses yang dijalani di setiap pekerjaan. Karena pada dasarnya, ketekunan dalam pekerjaan itu yang akan mengantarkan kesuksesan di masa yang akan datang.

“Anak muda harus berproses dengan baik, jangan sampai mengambil enaknya saja, dan hanya malas-malasan saja,” pungkasnya. (km47/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *