oleh

Kisah Kakek Abduh Warga Brakas Kecamatan Raas Sebagai Tukang Becak

Tolak Putus Asa, Meski Sempat Tidak Membawa Pulang Uang

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Berangkat pagi, pulang sore. Aktivitas itulah yang dilakukan setiap hari oleh Kakek Abduh (90) warga Brakas Kecamatan Raas Kabupaten Sumenep. Kesehariannya, bekerja sebagai tukang becak. Tentu, untuk menafkahi keluarga di rumah. Bagaimanakah kisahnya?

MOH. ROYCHAN FAJAR, Sumenep

Demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, Kakek Abduh tidak kenal lelah mengayuh becak setiap hari. Nyaris tidak pernah ada libur, bahkan termasuk di bulan suci ramadan tahun ini. Dia mengaku, sudah terbiasa mengayuh becak dan memang menjadi pekerjaannya untuk mengais rejeki.

Menguras tenaga, menahan panasnya terik matahari sudah menjadi hidangan setiap hari. Meski demikian, kakek tersebut tidak pernah meninggalkan ibadah puasanya. Menahan lapar, serta haus sudah terbiasa. “Saya tidak pernah berhenti puasa, walaupun setiap hari mengayuh becak,” ujarnya.

Menurutnya, orang yang berhenti puasa itu bukan karena pekerjan. Akan tetapi, lantaran malas mengerjakan kewajiban Allag SWT. “Mereka tidak sayang ke tubuhnya sendiri. Mereka tidak ingat, bahwa kapanpun ajal bisa menjemputnya. Jadi bekerja di bulan ramadan ini termasuk ibadah juga,” ucapnya.

Keteguhan inilah, membuat kakek asal Brakas ini tetap menjalani puasa. Setiap hari, Kakek Abduh duduk dipinggir jalan. Tepatnya sebelah barat kota Sumenep tempat menunggu para penumpang. Hanya saja, hingga menjelang siang hari dia mengaku belum memperoleh penumpang.

“Kadang satu hari full tidak mendapatkan uang sekeping pun. Nasib memang sering berubah-ubah. Kadang rejeki melimpah, biasanya sekitar Rp20-30 ribu, hingga Rp50 ribu dalam sehari,” ucapnya.

Kendati seperti itu, kakek satu anak ini tetap teguh menjadi seorang pembecak. Tidak peduli di bulan ramadan. Meski ia lapar dan energinya berkurang dibandingkan hari-hari biasa tetap bersemangat menjemput rezeki. Bahkan, tidak kenal putus asa.

“Tekun bekerja, tekun beribadah. Karena bekerja, bukan hanya untuk mengais rezeki, tapi demi menggapai ridha Ilahi,” tukasnya. (ito/*)

Komentar

News Feed