Kisah Nabi Teladan Sejati

  • Whatsapp

Peresensi        : Supadilah

Perikehidupan Nabi Muhammad Saw punya banyak inspirasi. Keluhuran akhlaknya seakan tidak pernah habis menjadi acuan bagi umat muslim. Kisah kehidupannya seakan tidak pernah selesai untuk diulas dibahas dan dipraktikkan.

Bacaan Lainnya

Kalau kita baca tentang siroh Nabi, selalu mendapati hal yang baru, meskipun kita telah membacanya dari banyak buku atau mendengar kisah dari banyak penceramah. Karena memang, biasanya buku atau penceramah biasanya mengedepankan sisi-sisi tertentu dari kehidupan beliau.

Tidak akan cukup ribuan lembar buku untuk menuliskan beliau. Dan tidak pernah cukup bola ribuan jam untuk membicarakan kisah kehidupan beliau.

Buku ini merupakan kisah-kisan Nabi Muhammad yang diceritakan oleh Buya Hamka kepada cucu-cucunya. Mohammad Saribi, mendengarkan langsung penuturan Buya Hamka kepadanya.

Buku ini cocok sekali untuk buku bacaan anak lagi pada saat Ramadan ini, mudah-mudahan semakin meningkatkan kecintaan pada Nabi. Dalam buku ini Buya Hamka mengatakan bahwa Nabi Muhammad disusukan kepada Halimatussa’diah. Dalam bangsa Arab  ada budaya menyusukan bayi kepada wanita-wanita pedalaman. Dalam waktu tertentu wanita-wanita  pedalaman itu keluar menempuh jarak yang jauh kemudian ke Makkah dan menawarkan untuk menyusukan bayi-bayi.

Para wanita itu biasanya memprioritaskan kepada para bangsawan atau orang-orang yang dipandang sebagai orang kaya. Mereka pun biasanya akan menghindari bayi yatim karena dianggap orang tuanya tidak akan mampu membayar dengan jumlah yang besar.

Tidak ada yang mau menawarkan diri menyusui Nabi. Mereka menghindari Nabi Muhammad,  termasuk Halimatussakdiah. Namun, karena tak juga kunjung mendapatkan bayi yang hendak disusui, akhirnya mau tak mau Halimatusyadiah mendatangi Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad lalu dibawa ke daerah pedalaman itu. Budaya ini memiliki tujuan agar para bayi selama disusui itu mendapatkan perawatan yang bagus. Didusun kebersihan akhlak, budi pekerti, dan kesederhanaan masih terjaga kemurnian. Sementara itu, udara Mekkah tidak lagi kondusif dengan keramaiannya. Kondisi  ini akan berpengaruh pada sikap sopan santun, rendah hati orang desa yang sangat mempengaruhi benar karakter Muhammad. Ternyata, proses persusuan ini dilakukan dalam waktu yang lama bukan 1 atau 2 hari atau pekan, tetapi berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Nabi Muhammad sendiri dikembalikan kepada orang tuanya pada saat usia 4 tahun.

Maka dapat dibayangkan bagaimana perasaan Aminah kalau itu yang dipisahkan dari bayinya. Sudahlah dalam jangka waktu yang lama, jaraknya pun jauh, sehingga tidak dapat sewaktu-waktu mengunjunginya.

Setelah kakeknya dan ibunya pula meninggal, Nabi Muhammad tinggal bersama Abu Thalib, yang memiliki banyak anak. Abu Tholib merupakan tokoh
Quraisy yang tidak begitu begitu kaya. Untuk membantu sang paman, Nabi Muhammad menggembala kambing kambing. Tidak mungkin bagi Nabi untuk menggembala di dalam kota. Tidak ada rumput. Maka Nabi Muhammad dan teman-temannya yang juga pengembala kambing harus menggembala kambing ke bukit bukit yang jaraknya jauh.  Kadang harus berada di luar daerah sampai berhari-hari bahkan berminggu-minggu lamanya.

Sejak kecil Nabi Muhammad telah mengalami dan merasakan berbagai perjuangan. Hal ini yang menempa dirinya menjadi pribadi yang kuat. Selama mengembala kambing itu, Nabi bersahabat dengan alam, belajar dari alam.  Menyaksikan bintang-gemintang, menyaksikan perubahan cuaca dan kondisi alam. Jadi sejak kecil Nabi kaya dengan pengalaman.

Muhammad sejak kecil memang selalu datang ke masjid Al Haram, akan tetapi tidak untuk menyembah berhala (hlm 74). Muhammad mempunyai keyakinan seperti yang dianut oleh moyangnya Ibrahim. Agama tauhid yang percaya kepada Allah yang Esa. Padahal di komplek masjid tersebut banyak terdapat berhala. Meski dalam lingkungan buruk,

Setelah dewasa, Nabi Muhammad sering menyendiri di gua Hira untuk memikirkan kondisi masyarakat Makkah berbagai keburukan yang dilakukan penduduk Makkah menurutnya bisa sewaktu-waktu. Saat itulah Nabi didatangi sesosok makhluk yang mendekati Nabi dan menyuruhnya membaca. Nabi menjawab tidak bisa,  tetapi makhluk itu terus saja menyuruhnya. Lalu utusan itu membimbingnya.

Lima kalimat ayat yang di sampaikan oleh makhluk hidup yang merupakan perintah pertama yang disampaikan malaikat Jibril agar manusia membaca belajar dan membaca.

Sebab tanpa membaca tanpa belajar manusia tidak akan memperoleh kepandaian dan pengetahuan. (hlm. 88)

Jauh sebelum ada buku, Allah telah memerintahkan kepada Muhammad dan umatnya agar membaca. Sebelum ada perintah wajib belajar, Allah menurunkan ayat pertama kepada Nabi Muhammad untuk belajar membaca. Pada awal penyebarannya ada beberapa orang yaitu Siti Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib yang saat itu berusia 9 tahun, dan Zaid bin Haritsah yang bersedia mengakui  Nabi Muhammad sebagai Rasul.

Penduduk Makkah percaya kepada Muhammad, apapun yang dikatakannya, tapi tidak percaya atau membantah. Namun, mereka menolaknya ketika Nabi mengatakan bahwa beliau merupakan Rasul Allah.

Setelah itu, penduduk Makkah banyak yang memusuhi beliau. Banyak yang menghalang-halangi dan memberikan berbagai ancaman kepada Nabi. Namun, Nabi selalu berlaku sopan santun selalu senang membantu orang yang kekurangan tanpa mengharapkan balasan.

Sikap Nabi bertentangan dengan orang-orang Mekah yang gemar memakan riba si miskin. Nabi mencegah tindakan pemakan riba yang mencelakakan si lemah. Nabi mencela keras orang-orang yang meminum minuman keras dan berjudi. Larangan dan nabi ini dilakukan dengan sikap yang baik, dengan kata yang sopan. Tindakan Nabi Ini lantas menarik simpati sebagian penduduk Makkah. Mereka yang tertarik mengikuti ajaran Nabi. Bukan hanya penduduk Makkah tetapi jika keluar Makkah.

Pembesar Quraisy mendatangi Abu Thalib agar ikut mencegah Nabi menyebarkan Islam namun nabi menolaknya. Paman saya tidak akan berhenti sebelum pekerjaan ini berhasil atau saya mati. (hlm 106). Mendengar keteguhan keponakannya, Abu Tholib bertekad untuk mendukung Nabi dan melindunginya dari kaum Quraisy.

Buku ini cocok untuk orangtua yang hendak mengajarkan tentang keindahan akhlak Nabi kepada anak-anak. Dengan bahasa yang sederhana, buku ini sangat mudah dimengerti oleh anak. Bahasanya pun bahasa dongeng. Dari buku ini kita banyak belajar keteladanan Nabi Muhammad dalam berinteraksi dengan lingkungannya dan berjuang menyebarkan agama.

Judul               : Buya Hamka Berkisah Tentang Nabi Muhammad Saw

Penulis            : Mohammad Saribi

Penerbit         : Republika Penerbit

Tebal               : vi+282 halaman

Cetakan           : 1, Februari 2020

ISBN                : 978-602-518-294-5

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *