Kisah Peraih Juara Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional, Jadikan Orangtua sebagai Motivasi Berkarya

(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF)

KABARMADURA.ID | Tidak semua mahasiswa bisa menjalankan tugasnya sebagai akademisi sembari berkarya. Seperti halnya Rofiva, mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Madura (Unira). Sejak duduk di bangku kuliah, ia mulai tekun menghasilkan karya sastra, yaitu berupa puisi. Bahkan, tidak jarang ia berhasil menjuarai lomba puisi tingkat nasional.

KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN

Perempuan kelahiran Pamekasan,  8 Agustus 2001 itu mengaku, sebelumnya ia tidak pernah melirik dunia kepenulisan. Bahkan, sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) ia memiliki hobi bermain basket.

Bacaan Lainnya

“Karena keinginan saya untuk terus bermain basket demi merayu orangtua. Saya juga mengimbangi prestasi saya yang tidak hanya di luar kelas atas bidang non-akademik, janji menjadi juara kelas, saya katakan kepada orangtua agar diperbolehkan tetap main basket,” urainya.

Namun, sejak memasuki jenjang sekolah menengah atas (SMA), ia memutuskan untuk tidak melanjutkan hobi olahraganya tersebut. Justru, di masa putih abu-abu, ia memilih aktif di OSIS dan Pramuka.

“Di SMA bisa di bilang saya adalah anak yang tidak terlalu menyukai kepenulisan. Bahkan, pelajaran bahasa Indonesia sangat tidak suka. Sebab menurut saya, mata pelajaran itu membosankan,” ulasnya.

Singkat cerita, setelah lulus dari SMA, dia bingung mau lanjut kuliah atau harus kerja. Karena keluarganya sendiri mengalami keterbatasan ekonomi. Namun, pada tahun 2020 bulan agustus dia mendapat telepon dari salah satu temannya yang mengatakan bahwa ada peluang masuk tanpa tes dan bisa jalur beasiswa yaitu jalur KIP di Unira.

“Saya ingin membuktikan bahwa saya juga bisa di pelajaran bahasa Indonesia itu karena dulu saya juga pernah diremehkan dan mendapatkan nilai paling rendah di antara mata pelajaran, dan alhamdulillah, saya diterima di Universitas Madura jalur KIP kuliah,” urainya.

Semenjak kuliah, ia mulai berkenalan dengan dunia tulis menulis. Bahkan, dunia tersebut kini menjadi kegemarannya yang sukar dilepaskan. Ia mulai senang membuat puisi. Bahkan, pada tahun 2022, ia menggondol Juara Harapan III Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Nebula Pulizer.

Tidak hanya itu, ia juga meraih juara kategori Karya Terbaik dalam Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Penulis ZEN secara daring pada 20 Desember 2020 – 14 Januari 2022. Selanjutnya, Iva juga Juara kategori “Karya Terpilih” dalam Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional yang dilaksanakan oleh Mera Bill Store pada 20 Januari – 9 Februari 2022.

“Konsistensi yang dilakukan untuk berprestasi yaitu tetap tekun dalam dunia kepenulisan. Tulislah apa yang ingin ditulis meskipun itu adalah perjalan sehari hari kita dalam hidup, dan juga banyak membaca untuk menambah wawasan serta kosakata,”paparnya.

Ia menambahkan, motivasi terbesarnya yaitu kedua orangtuanya. Ia ingat, ibunya pernah berpesan: “Nak usakan membanggakan almarhum bapak kamu meskipun beliau sudah berada di sisi Allah jangan pernah kecewakan beliau gunakan kesempatan yang telah Allah kasih ke kamu sebaik mungkin dan jangan dibuat mainan karena waktu itu tidak dapat diputar kembali, apabila kamu sekarang leyeh leyeh tidak serius kuliah maka penyesalan yang akan kamu dapat’. Kira-kira begitulah pesan ibunya yang selalu diingatnya.

Ia mengaku sering menulis menggunakan handphone, sebab ia belum memiliki laptop. Beasiswanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama kuliah, seperti bayar kos, makan, dan lain sebagainya. Namun, keterbatasan fasilitas tersebut, tidak membuat semangatnya menciut. Justru, ia tertantang untuk menghasilkan karya-karya yang berkualitas.

“Pahit manisnya selama berjuang yaitu dari keterbatasan ekonomi dan keterbatasan fasilitas, namun karena kemauan yang tinggi, keterbatasan itu tidak menjadikan beban untuk terus mencetak prestasi,” ujarnya.

Sosok yang bercita-cita menjadi dosen itu berharap dan berpesan kepada generasi muda lainnya untuk menjadi generasi muda yang produktif, kreatif, serta mampu memanfaatkan peluang untuk meraih prestasi.

“Jangan melihat dari mana kita berasal, selagi kemauan dan keinginan itu ada Insya Allah Tuhan akan mempermudah jalan kita, dan jangan lupa selalu patuh pada orang tua, juga tetap berdoa dalam berusaha,” ungkapnya.

 

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.