Kisah Sukses Gus Yusuf  Bangun Tiga Kedai Kebab di Bangkalan

  • Whatsapp

KABARNMADURA.ID – Menjadi wirausahawan tidaklah harus memiliki gelar yang tinggi. Salah satunya yakni santri asal kelurahan Demangan, Bangkalan Muhammad Yusuf Ubaidillah atau yang lebih dikenal dengan Gus Yusuf Ahmad. Saat ini ia sukses mengembangkan usaha junk food berupa kebab.

FA’IN NADOFATUL, Bangkalan

Bacaan Lainnya

Ia menceritakan, awal mula usahanya ini karena keponakannya yang suka membeli kebab. Sehingga ia berinisiatif untuk belajar membuat kebab kepada temannya.. Setelah diskusi dengan temannya tersebut, ia  memutuskan untuk membuat kedai kebab dengan nama TangKebab.

Nama itu, ia ambil secara spontan sesuai dengan lidah orang asli Madura. Saat ini ia mempunyai tiga cabang kedai kebab, dua kedai di Bangkalan, dan satu di Arosbaya. Usia lebaran ia mengaku akan membuka cabang lagi di Kecamatan Tanjung Bumi, Sampang, dan Pamekasan.

“Berdirinya sebenarnya masih setengah tahun ini, belum lama, sekitar Oktober lalu. Tapi alhamdulilah bukannya sombong sudah banyak yang suka,” jelasnya, Minggu (9/5/2021).

Ia melanjutkan, selama membuka kedai itu, ia tidak menyangka bisa sebesar itu. Awalnya hanya coba-coba dan saudara yang ingin beli agar tidak jauh. Hingga banyak temannya yang kini ingin bermitra dengannya.

Sebelum mengembangkan usahanya secara mandiri, ia juga memiliki usaha hidroponik dan pertanian bersama temannya di Bondowoso. Lelaki yang pernah menjadi santri di salah satu pondok pesantren di Pasuruan ini, ingin berwirausaha sambil beribadah.

Sebagai lulusan pesantren, ia memilih berwirausaha karena ingin memiliki pemasukan sendiri dan agar bisa bersedekah. Ia juga pernah berpikiran bahwa melalui usaha tersebut bisa membantu sesama dan berdakwah. Karena menurutnya berdakwah tidak cukup hanya memberi tahu. Melainkan ada tindakan agar bisa membantu sesama.

“Kalau orang dakwah saya rasa harus disokong dengan ekonomi yang kuat ketimbang hanya menyuruh orang ini itu. Mending disuruh juga untuk usaha dan berdoa sambil kasih modal dan uang,” ungkapnya.

Ilmu wirausahanya itu berasal dari sering melihat teman-temannya yang melalui usaha dan melalui belajar online. Saat bertugas di Lombok, ia sempat mendirikan koperasi di sana sebagai bekal ilmunya berwirausaha.

“Belajar tidak harus di kelas,” tukasnya.

Saat ini dia memiliki empat karyawn. Setiap harinya ia meminta agar karyawannya selain bekerja juga beribadah dengan harus Salat Dhuha. Bahkan dia menganggap pegawainya itu bukan karyawan, melainkan teman kerja. (ina/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *