KKN Mahasiswa STIT Miftahul Ulum Usung Pembangunan Gapura di Desa Serabi Barat untuk Percantik Desa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) PENGABDIAN MASYARAKAT: Mahasiswa KKN tematik 2021 STIT Miftahul Ulum di Desa Serabi Barat, Kecamatan Modung, Bangkalan.

KABARMADURA.ID – Salah satu bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Seperti halnya yang dilakukan sebagian mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Miftahul Ulum, Bangkalan, yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Serabi.

HELMY YAHYA, Bangkalan

Semisal, bagian dari program yang akan mereka realisasikan yaitu pembangunan gapura batas masuk desa. KKN tahun ini sama seperti sebelumnya yang masih memakai sistem daring.

“Ini sesuai dengan aturan kampus, meski online, masyarakat harus merasakan manfaat dari program kami,” ungkap Mufidatul Khoiroh, selaku Ketua Kelompok.

Ia juga menuturkan, bahwa setiap kelompok diwajibkan membuat program yang dapat berguna bagi desa yang dipilih. “Kami memutuskan untuk membuat gapura batas masuk desa yang ditempatkan di Desa Serabi Barat, Kecamatan Modung,” katanya.

Menurutnya, program pembangunan gapura di Desa Serabi Barat untuk menyempurnakan keberadaan gapura di bagian selatan, tepatnya di Dusun Pangkenong. “Kami berinisiatif untuk membuat gapura di pintu masuk sebelah utara tepatnya di Dusun Kadduh, perbatasan Desa Serabi Barat dengan Desa Gigir,” tuturnya.

Ia menginginkan para tamu atau pendatang tidak hanya masuk melalui jalur selatan, tetapi juga dari utara. “Gapura ini kan batas, jadi orang orang akan tahu, kalau sudah masuk desa ini,” terangnya.

Mereka menginginkan agar para tamu atau pendatang tidak hanya masuk melalui pintu selatan, tapi juga bisa dari utara. Dengan begitu, pembangunan bisa lebih merata dan desa lebih mudah dikenali.

Gapura tersebut dirancang menggunakan pondasi bata dan semen sebagai bahan utama dengan tinggi 150 cm. Selanjutnya akan dipasang 2 pilar besi setinggi 350 cm bertuliskan, ‘Selamat Datang di Desa Serabi Barat’.

Pada tahapan pelaksanaan pembuatan gapura pihaknya bekerja sama dengan Kepala desa dan warga sekitar. “Kami dibantu warga, dan juga perangkat desa, karena ini juga menjadi keinginan mereka,” ulasnya.

Ketua Panitia pembuatan gapura Qari Septiyan menyampaikan, program kerja tersebut sudah dilaksanakan mulai Senin (21/8/2021). Pengerjaan dibatasi hingga 15 hari, sehingga diperkirakan akan selesai pada 23 Agustus 2021. “Semoga nanti hasilnya sesuai dengan yang kita inginkan,” ungkapnya. (maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *