KKN-T 26 UTM, Optimalkan Alat Pendeteksi Kesuburan Tanah di Desa Ketapang Timur

News13 Dilihat

KABARMADURA.ID | SAMPANG – Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingkup Kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kelompok 26 dilaksanakan di Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.

Survei yang telah dilakukan peserta KKN, ditemukan mata pencaharian penduduk di desa ini yaitu pada sektor pertanian. Hal ini dibuktikan dengan melimpahnya hasil produksi pertanian seperti jagung, cabai jamu, kacang panjang, dan lainnya.

Dalam kegiatan pertanian sangat dibutuhkan adanya pupuk sebagai sumber zat hara. Itu untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman dan memperbaiki struktur tanah. Pemberian pupuk pada media tanam dapat meningkatkan kadar hara dan kesuburan.

Kesuburan tanah dapat dilihat dari berbagai ciri yang nampak seperti sifat fisik, kimia, dan biologisnya, serta menggunakan alat pengukur kesuburan tanah untuk menganalisa kondisi tanah.

Mengetahui kondisi tanah di lingkungan Desa Ketapang Timur, KKN-T kelompok 26 UTM berinisiatif untuk membuat teknologi tepat guna alat pengukur kesuburan tanah.  Alat ini berfungsi untuk mendeteksi tingkat kesuburan tanah dengan lampu sebagai indikatornya.

Baca Juga :  Nakes Sukarelawan Sumenep Menuntut Dapat SK dari Bupati

Pembuatan alat tersebut memanfaatkan bahan-bahan sisa yang dimanfaatkan kembali seperti kabel, steker, potongan pipa, fitting lampu, dan lampu bohlam 5 watt.

Sebagai sarana pelatihan dan edukasi, Kelompok KKN-T 26 UTM memberikan program kerja demonstrasi mengenai praktik pembuatan dan pengujian terhadap alat pendeteksi kesuburan tanah. Selain itu, dijelaskan pula bagaimana konsep terjadinya aliran listrik pada alat pendeteki kesuburan tanah sehingga didapatkan lampu menyala terang atau redup pada larutan campuran tanah dan air.

Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para petani di Desa Ketapang Timur mengenai penerapan teknologi tepat guna.

“Dengan adanya sosialisasi dari Kelompok KKN-T 26 UTM tentang pembuatan alat pendeteksi, kesuburan tanah diharapkan dapat memberikan kemajuan hasil produksi pertanian. Selain itu, efektivitas kelompok tani di Desa Ketapang Timur semakin meningkat,” ujar Rumlah selaku peserta sosialisasi.

Melalui kegiatan yang dilakukan, mahasiswa UTM berharap alat kesuburan tanah dapat sangat bermanfaat bagi warga Desa Ketapang Timur. Selain itu, diharapkan petani lebih teredukasi mengenai kesuburan tanah sehingga mampu menghasilkan produk pertanian dengan kualitas yang baik.

Baca Juga :  Tahun 2022, Angka Lakalantas di Pamekasan Meningkat

Penulis: Sholihatul Fitri

Redaktur: Hairul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *