Klaim Realisasi RTLH di Sampang Hampir Tuntas

  • Whatsapp
KEJAR TARGET: Realisasi program rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Sampang belum tuntas.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Memasuki akhir tahun 2021, realisasi program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) masih sekitar 70 persen. Sedangkan waktu pengerjaan program yang berasal dari dua sumber anggaran ini tinggal dua bulan. Sedikitnya, ada 51  unit RTLH dari dana alokasi umum (DAU) dan 132 unit dari dana alokasi khusus (DAK).

Besaran anggaran dari setiap program yang bersumber dari DAU mencapai Rp30 juta untuk satu unit rumah. Sedangkan khusus DAK setiap rumah dianggarkan Rp20 juta. Sehingga anggaran dari DAU sebesar Rp1,5 miliar dan DAK Rp2,6 miliar. Total anggaran untuk program RTLH mencapai Rp4,1 miliar.

Bacaan Lainnya

Hingga saat ini, program tersebut masih tahap pelaksanaan. Bahkan realisasi pengerjaannya mulai dikebut. Sebab sudah mendekati tutup anggaran akhir tahun. Meski demikian, sebagian program hampir tuntas. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang Moh. Zis melalu Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Kawasan Permukiman Abdul Rokib, Kamis (28/10/2021).

Menurutnya, realisasi pengerjaan yang belum tergarap lantaran terganjal beberapa kendala. Salah satunya, pengadaan bahan bangunan dan problem lainnya. Namun ada akhit bulan November mendatang semua pengerjaan RTLH harus tuntas. “Jika diakumulasi, untuk progress RTLH dari DAU ini sudah sekitar 70 persen, sedangkan yang DAK sudah 90 persen, karena DAK ini dimulai lebih awal,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, pada dasarnya surat perintah kerja (SPK) untuk program RTLH DAK turun sejak bulan Juli kemarin, pasca penetapan peta lokasi (penlok) terbit. Sedangkan batasan waktu pengerjaan ditarget selesai pada bulan Oktober dan maksimal bulan November harus rampung.

Pada proses pelaksanaan pengerjaan bedah rumah itu, sempat dihentikan sementara lantaran masih menunggu transfer dana pusat. Namun saat ini, sudah dilanjutkan kembali dan tinggal tahapan penyelesaian. “Kami sudah menghimbau agar proses pengerjaan RTLH ini dimaksimalkan dan kualitasnya  diprioritaskan. Kami akan terus melakukan upaya pengawasan dan pemantauan ke lapangan,” tuturnya.

Sementara itu, calon penerima RTLH tahun ini di Desa Komis Kecamatan Kedungdung Sampang Markona meminta pemkab segera memperbaiki rumahnya. Sebab perbaikan akan dilaksanakan sejak bulan April lalu. Namun hingga saat ini, perbaikan tidak kunjung terlaksana. Apalagi, pada saat musim penghujan atap rumah yang terbuat dari bambu mengalami kebocoran dan dikhawatirkan roboh.

“Entah kenapa sampai sekarang tidak kunjung dilaksanakan, semoga saja janji pemkab untuk memperbaiki rumah kami ini segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini, terlebih sekarang sudah mulai memasuki musim hujan,” kesalnya.

Klaim PUPR

  • RTLH DAU
    • 51 unit perbaikan
    • Progres realisasi 70 persen
  • RTLH DAK
    • 132 unit perbaikan
    • Progres realisasi 90 persen

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *