Klaim Rutin Evaluai Penerapan Retribusi Parkir

  • Whatsapp
MARAK:  Banyaknya pelanggaran penarikan retribusi parkir di beberapa lokasi di Bangkalan masih marak ditemukan.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Pengelolaan parkir di Kabupaten Bangkalan masih terus mendapat sorotan. Namun demikian, Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan mengklaim, jika persoalan penerapan retribusi parkir di lapangan sudah sering dilakukan evaluasi secara rutin.

Kepala Seksi (Kasi) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan Arik Moen menyampaikan, untuk parkir yang tidak mengunakan perlengkapan resmi yang dikeluarkan Dishub, seperti rompi dan karcis parkir tidak bisa dikategorikan parkir liar. Sebab, parkir liar bisa diartikan parkir yang melanggar rambu larangan, serta tidak memiliki izin mengelola parkir.

Sementara untuk parkir liar yang tidak mempunyai  izin, pihaknya mengaku, sudah sering terjun langsung ke lapangan untuk menegur dan memberikan himbuan, agar pengelola parkir memiliki kesadaran untuk melakukan aktivitas jasa parkir dengan legal.

“Untuk penarikan retribusi parkir, kita sudah menekan pengelola parkir untuk memungut tarif sesuai aturan yang berlaku,” katanya, kemarin (7/10)

Sementara untuk nominal retribusi parkir, pihaknya mengaku tetap mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor IX Tahun 2010 tentang Retrubusi Parkir Tepi Jalan, yakni Rp1.000 untuk sepeda motor, Rp1.500 untuk mobil, dan Rp3.000 untuk truk dan bus.

Selain melakukan penertiban penarikan tariff parkir, pihaknya juga mengaku, Dishub rutin melakukan penertiban kantong-kantong parkir yang melanggar ketentuan, sehingga menyebabkan kemacetan.

Dirinya mengatakan, kemacetan tidak hanya disebabkan penataan parkir yang kurang baik, namun juga Satuan Ruang Parkir (SRP) yang sudah tidak seimbang dengan banyaknya kendaraan yang akan parkir. Selain itu, yang paling penting adalah kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, khususnya rambu larangan parkir.

“Kita akan targetkan parkir tertib, akan kita maksimalkan setiap upaya penertiban, sebab penertiban juga perlu pendekatan ke seluruh pengelola parkir dan pengguna jalan agar bersedia untuk tertib,” pungkasnya. (km50/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *