Klaim Tanah Milik Pemkab, Somasi JCW Dibalas Gugatan ke Pengadilan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) LANJUTAN SENGKETA: Kasus gulir tanah JCW masih memproses kasus pencemarannya.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Buntut somasi Herman Supriyantoso melalui kuasa hukumnya, Sajali, PT. Sinar Mega Indah Persada (SMIP) menggugat Sajali ke Pengadilan Negeri (PN) Sumenep. Penyebabnya, Sajali yang merupakan ketua LSM Jatim Corruption Watch (JCW) itu diduga melakukan tindak pidana pemalsuan surat kuasa.

Berdasarkan gugatan bernomor 02/Pdt.G/2021/PN. Smp, pihak PT SMIP mengaku dirugikan dengan adanya somasi yang dilakukan oleh Sajali, karena ada pembatalan pemesanan tiga unit rumah senilai Rp630 juta.  Sajali juga digugat ganti rugi sebesar Rp50 miliar dengan tuduhan melakukan pencemaran nama baik.

Bacaan Lainnya

“Dalam somasi itu, Sajali dan Moh. Siddik mengaku sebagai kuasa hukum dari orang bernama Herman Supriyanto yang menuntut hak atas tanah di Desa Kolor,” katanya, Selasa (19/1/2021).

Substansi dalam somasi itu dianggap merugikan pihak PT SMIP, apalagi tanah seluas 32.070 m² itu, saat ini sudah dibangun perhotelan, masjid, dan perumahan.

Menanggapi persoalan gugatan tersebut, Moh Sidik selaku bagian dari JCW menilai gugatan tersebut kurang mendasar, apalagi hanya sebatas surat (somasi).

“Kasus ini buntut dari laporan saya 2015 lalu, tanah kas desa saja yang 32 hektar, 16 hektar naik ke penyidikan kok gak ribut. Itu yang dibangun H Sugianto itu semuanya kas desa, itu tidak ada penggantinya, apakah tidak dirampok. Kok malah saya yang dilaporkan pencemaran nama baik,” tanggapnya.

Menurutnya, somasi menuntut hak atas tanah Herman Supriyanto itu dinilai sudah berjalan pada jalur yang semestinya.

“Saya akan ungkap semuanya, tinggal menunggu pemberkasan dari ahli warisnya. Setelah itu kami buktikan siapa yang bermain-main,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sajali yang mengaku atas nama kliennya bernama Herman Supriyantoso menyomasi sejumlah petinggi Kabupaten Sumenep, mulai dari bupati beserta jajarannya, pimpinan DPRD dan PT. SMIP, perusahaan pengembang perumahan di Sumenep.

Pihak yang disomasi itu dituntut memverifikasi ulang tanah tersebut. Selai itu meminya ganti rugi dengan harga yang setimpal, sebab sudah banyak bangunan di tanah tersebut.

Pihak Sajali mengklaim, tanah milik Herman Supriyantoso adalah yang berada di Jalan Dr Cipto Sumenep seluas 32.070 M². Tanah itu terhtung dari bagian timur RSUD Moh Anwar ke belakang dan ke timur, dari Hotel Family Nor ke selatan, tepatnya di Perumahan Sumekar.

Somasi tersebut juga sempat dibalas oleh kuasa hukum PT SMIP, Subagyo, bahwa tanah yang diklaim milik Herman Supriyantoso itu tidak benar. Sehingga hal itu ada indikasi penipuan. (ara/waw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *