Klaim Temuan Kejanggalan Proyek Puskesmas Galis Pamekasan Sudah Diperbaiki

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) OPTIMIS: Realisasi pekerjaan Puskesmas Galis Pamekasan dipastikan tidak akan melabrak kontrak kerja.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Setelah menjadi bahan perbincangan, akhirnya pelaksana pekerjaan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Galis, CV. Asia Line Moh. Rohim angkat bicara. Dia mengaku, sempat ada miskomunikasi dengan kepala tukang berkenaan dengan temuan wakil rakyat yang duduk di internal Komisi IV.

“Tapi hal ini tidak menjadi kendala dalam perampungan pembangunan yang dikhususkan untuk layanan kesehatan ini,”  ujarnya, Minggu (12/12/2021).

Bahkan mengklaim, sudah memperbaiki semua kekurangan yang menjadi temuan di lapangan. Sehingga realisasi pekerjaan sudah disesuaikan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). “Ini bisa dibuktikan, karena setiap minggu ada konsultan pengawas yang mengecek pekerjaan,” ucapnya.

Selain itu, menggelar rapat dengan Dinas Kesehatan (Dinke) dan Kejaksaan dalam memantau progres dari setiap pekerjaan. Upaya tersebut dilakukan sejak Juli. Sehingga dari segi pengawasan pekerjaan sudah maksimal. “Harapan kami bisa menyelesaikan pekerjaan Puskesmas Galis  sebelum tanggal 15 Desember,” targetnya.

Sebelumnya,  anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Moh. Komarul Wahyudi mengatakan, ada indikasi ketidaksesuaian dengan perencanaan untuk pembangunan Puskesmas Galis. Yakni,  nihilnya job mix sebagai acuan untuk pembuatan campuran bahan bangunan. Sedangkan di dalam dokumen perencanaan cukup jelas. Sehingga proyek fisik senilai Rp2,8 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) harus diperbaiki.

“Temuan ini berdasar hasil inspeksi mendadak (sidak) internal komisi tentang pemberian layanan Puskesmas Galis. Ketika itu, kami tanyak tentang job mix, bilangnya ada di Unira. Makanya kami langsung kesana, nyatanya tidak ada. Kondisi itu, cukup menjadi ketersinggungan kami, karena kami tidak dalam rangka mencari kesalahan pekerjaan,” ujarnya.

Tidak puas dengan temuan ,pada sidak pertama, komisi yang bergerak di bidang kesehatan dan pendidikan ini kembali melakukan sidak ke dua. Hasil temuannya, minimnya besi yang digunakan dalam pembangunan. Biasanya menggunakan tiga batang besi, malah menggunakan dua batang.

“Kami menekankan bagaimana pengurangan pembesian diperbaiki, tidak semerta-merta pembangunannya, karena ini fasilitas kesehatan untuk masyarakat dan mereka nanti yang akan menerima manfaatnya,” tegasnya.

Sehingga untuk memastikan dua temuan dari adanya pembangunan Puskesmas Galis, pihaknya bersama internal komisi kembali menggelar sidak ke tiga. Alhasil, semua pekerjaan sudah diperbaiki dan sesuai dengan dokumen perencanaan. “Kalau tidak diperbaiki, jelas merugikan masyarakat dan pasti ada temuan kerugian pada penggunaan anggaran,” tegasnya.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *