Klaster Petugas Haji Asal Pamekasan Terinfeksi Covid-19 Bertambah Dua Orang

  • Whatsapp

Kabarmadura/PAMEKASAN-Bertambahnya dua pasien terinfeksi Covid-19 di Pamekasan, (14/4/2020), menambah daftar panjang jumlah pasien dari peserta pelatihan haji di Surabaya pada pertengahan Maret lalu.

Dengan begitu, sudah empat orang petugas haji asal Pamekasan yang terinfeksi Covid-19. Selain itu, menambah jumlah pasien terinfeksi menjadi 5 orang, dengan satu orang meninggal. Dua pasien baru itu dinyatakan terinfeksi berdasarkan hasil swab test polymerase chain reaction (PCR) dari laboratorium Balitbangkes Kemenkes Republik Indonesia.

Bacaan Lainnya

Saat ini, empat orang tersebut sedang menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Martodirdjo (Smart) sebagai salah satu rujukan di Pulau Madura.

Sebagaimana disampaikan Ketua Tim Satgas Covid-19 RSUD Smart Pamekasan dr. Syaiful Hidayat, dua pasien baru itu sudah dijemput Tim Satgas Kabupaten Pamekasan.

“Kedua orang yang terinfeksi itu ikut pelatihan petugas haji yang klusternya sama dengan yang sebelumnya, yang akan diisolasi malam ini dua orang,” paparnya saat dikonfirmasi melalui telpon seluler, Selasa (14/4/2020).

Dijelaskan Syaiful, keduanya berasal dari Kecamatan Proppo dan Kecamatan Galis. Sebelumnya telah menjalankan isolasi mandiri di rumah masing-masing.  Keduanya sama-sama berinisial S, sebagai Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan sebagai Tenaga Pendamping Haji Indonesia (TPHI).

Sebelumnya, pasien Covid-19 pertama terkonfirmasi pada 5 April, kemudian dilanjutkan pasien kedua pada 12 April 2020. Keduanya merupakan peserta pelatihan petugas haji atau masuk klaster pelatihan petugas hadi di Surabaya, namun salah satunya adalah perwakilan Kabupaten Sampang yang tinggal di Pamekasan.

Sejatinya, para pasien tersebut sudah terdeteksi sejak 1 April 2020. Informasi tersebut didapat dari Kemenag Pamekasan berupa daftar nama peserta yang mengikuti pelatihan tersebut. Dalam informasi itu, dinyatakan ada 8 orang pegawai Kemenag Paemkasan yang mengikuti pelatihan tersebut.

Namun dari 8 orang itu, dua di antaranya mengalami sakit dan memeriksakan diri ke RSUD SMart. Sementara 6 orang lainnya masuk ke dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan melakukan isolasi mandriri.

Pada 5 April, satu dari dua orang yang diisolasi di RSUD SMart, dinyatakan positif. Sedangkan satu lagi dinyatakan bersih dari Covid-19 beberapa hari kemudian.

Dengan berdasarkan data Kemenag Pamekasan tersebut, masih ada 4 orang yang masih berstatus ODP. Sebab, tiga lainnya telah dinyatakan terinfeksi dan satu dinyatakan bersih. (rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *