Koleksi Buku Disarpus Sampang Stok Lama

  • Bagikan
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) KOLEKSI: Tidak ada stok opname, Disarpus Sampang tidak bisa mengetahui kondisi koleksi buku layak dibaca atau tidak.

KABARMADURA.ID, SAMPANG– Jumlah koleksi buku Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Sampang tidak jelas. Sebab, dinas yang membidangi tentang kearsipan itu tidak ada alat stock opname untuk mencacah ulang keberadaan buku maupun menggunakan database atau berbasis data.

Padahal keberadaan stock opname tersebut berdasarkan dari Standar Nasional Perpustakaan (SNP), yakni perpus daerah harus ada, dan minimal tiga tahun sekali melakukan stok opname pada semua buku-buku yang tampil di rak perpus.

Kasi Layanan Perpustakaan Disarpus Sampang Holil menuturkan, keberadaan stok opname untuk perpustakaan sangat penting, karena akan mencacah ulang buku-buku yang ada di rak. Sehingga, ketika ada stok opname jumlah buku bisa dicocokan dengan database. Selain itu, dengan adanya stock opname tersebut bisa diketahui jumlah buku yang dipinjam dan buku yang tidak dikembalikan.

“Jumlah buku 41,115  dengan jumlah judul 11,535. Adapun yang dipinjam dan belum dikembalikan ada 199 buku. Dan untuk mengecek jumlah buku itu harus ada stok opnamenya. Agar kecocokan jumlah fisik buku dengan jumlah fisik yang ada database,” tuturnya, Senin (21/12/2020).

Dikatakannya, adapun stock opname ini untuk mencacah ulang, apakah buku itu masih layak tampil di rak atau tidak, kelayakan itu dari segi fisiknya, ataupun kontennya bagus atau tidak. Sehingga, nanti diketahui layak tampil di rak atau tidak.

“Adanya stock opname itu berdasarkan dari SNP harus ada, seperti buku lotus, kita saat ini memakai excel, jadi itu tidak layak ada di rak buku, atau buku yang sudah tidak bagus,” imbuhnya.

Selain itu, disinggung soal pengaruh tidak adanya stock opname tersebut, ia menyampaikan jika sangat berpengaruh. Karena, keberadaan stock opname selain mencacah ulang juga memastikan jumlah buku yang tampil di rak dan jumlah buku yang ada di database.

Baca juga  Tolak Pasien Bersalin, DKR Sudah Siap Laporkan RS. Nindhita

“Semuanya karena anggaran untuk disarpus ini terbatas. Padahal pengaruh ketika tidak ada stock opname kita tidak bisa mengetahui secara pasti antara jumlah buku secara fisik dan basis data. Dan untuk mengupdate buku,” pungkasnya. (mal/mam).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan