oleh

Komisi B Jatim Minta Pabrik Gula Pindah ke Madura

Kabarmadura.id/Surabaya-Provinsi Jawa Timur masih menjadi salah satu provinsi yang memiliki banyak pabrik gula. Namun demikian, banyak pabrik gula di Jawa Timur yang sudah nonaktif, lantaran upaya untuk meningkatkan hasil pertanian tebu melalui perluasan lahan sulit dilakukan.

Padahal, banyak kabupaten di Jawa Timur yang memiliki potensi besar untuk menjadi sentra pertanian tebu, di antaranya empat kabupaten yang ada di Madura. Pada medio 2013-2017, PT Perkebunan Negara (PTPN) X sempat mewacanakan pembangunan pabrik gula.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menilai, lantaran luas lahan tebu potensial di Madura hampir 1.400 hektare.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur Aliyadi Mustofa mengatakan, dari puluhan pabrik gula yang di Jawa Timur, saat ini tampak beberapa pabrik yang saat ini keberadaannya sudah tidak produktif.

Menurutnya, hal itu terjadi lantaran jumlah pembangunan pabrik gula tidak melihat potensi pertanian tebu yang ada di sekitar. Dirinya mencontohkan, Pulau Madura yang memiliki potensi pertanian tebu yang menjanjikan, malah tidak difasilitasi dengan keberadaan pabrik gula.

Saat ini, lanjut dia, banyak pabrik di Jawa Timur yang tidak efektif lantaran kondisi pertanian tebu di sekitar pabrik tersebut menyusut. Harusnya, pabrik-pabrik gula yang sudah tidak efektif itu, dipindah ke area yang memiliki potensi pertanian tebu yang lebih besar.

“Untuk mengangkat potensi pertanian tebu di Madura, salah satu opsi yang kita usulkan adalah memindahkan pabrik gula yang tidak efektif ke Madura agar potensi tebu di Pulau Garam bisa dikembangkan,” katanya, Rabu (13/11)

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu melanjutkan, selain mengupayakan pemindahan pabrik gula ke Madura, pihaknya juga memperjuangkan agar gubernur Jawa Timur menyiapkan anggaran untuk pembangunan pabrik gula di Madura.

Selain itu, pihaknya juga berupaya untuk menggandeng pihak swasta atau investor untuk bisa membangun pabrik gula di Madura, sehingga rencana untuk membangun pabrik pengolahan tebu itu bisa terealisasi.

Sebab, keberadaan pabrik gula di Madura sangat urgen, mengingat selama ini para petani tebu terbebani dengan biaya operasional yang dikeluarkan untuk mengangkut hasil pertanian tebu ke pabrik gula yang berada di luar Madura.

“Pemprov Jatim harus membangun pabrik gula di Madura, sehingga nanti masyarakat Madura bisa didorong menanam tebu. Kami yakin petani akan kembali semangat menanam tebu, karena biaya operasionalnya tidak lagi mahal,” imbuhnya.

Senada dengan apa yang disampaikan Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah menginisiasi kembali wacana pembangunan pabrik pengolahan tebu itu.

Bahkan, pihaknya tengah berupaya mengajak kalangan investor untuk berinvestasi mengembangkan tanaman tebu di Pulau Madura. Sebab menurutnya, tanaman tebu memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan bagi kalangan masyarakat petani.

“Berdasarkan pemetaan yang dilakukan di empat kabupaten yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan, luas areal lahan yang potensial untuk ditanami tebu mencapai puluhan ribu hektare,” paparnya.

Menurutnya, dari luas areal tersebut dapat memproduksi sekitar 6.600.000 ton tebu, atau bisa menghasilkan sekitar 495.000 ton gula. Perkiraan jumlah produksi gula tersebut bisa memenuhi sekitar 24,75 persen dari kebutuhan gula nasional.

“Sesuai data dari pemerintah pusat, kebutuhan gula nasional mencapai 5.700.000 ton, sedangkan produksi nasional gula pada 2018 sebanyak 2.174.400 ton. Jika mengacu pada data ini, maka Indonesia masih kekurangan produksi gula sekitar 3,6 juta ton,” jelasnya.

Untuk memenuhi kekurangan itu, kata Baddrut pemerintah pusat terpaksa melakukan impor gula sebanyak 2,6 juta ton. Sehingga kekurangan 1 juta ton sisanya terpenuhi dengan stok impor tahun sebelumnya.

“Jika di Madura ini tanaman tebu dikembangkan maka akan mampu memenuhi kebutuhan nasional gula di negeri ini,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar saat menyapa masyarakat di Desa Batukerbuy, Kecamatan Pasean, Pamekasan, (20/7) lalu, menyampaikan bahwa pihaknya sedang memperjuangkan pembangunan pabrik gula di Pasean, Pamekasan.

Dirinya berharap, dengan dibangunnya pabrik gula di Madura, perputaran ekonomi di Madura bisa didorong, sehingga bisa memakmurkan dan meningkatkan perekonomian warga Madura.

“Kalau tebunya cukup untuk kapasitas produksi di pabrik, kenapa tebunya harus dibawa ke pabrik gula di Krian,” kata Khofifah. (pin/waw)

 

Komentar

News Feed