Komisi D DPRD Bangkalan Minta Dilibatkan dalam Perencanaan Pengajuan Bantuan DAK 2021

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SEPI: Salah seorang staf saat berada di dekat gedung SDN Alas Rajah, Desa Banangkah, Burneh Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta dilibatkan  dalam proses perencanaan pengajuan bantuan dana alokasi khusus (DAK) 2021 untuk penambahan dan renovasi sekolah. Sebab, mereka menilai selama ini banyak sekolah-sekolah yang kekurangan infrastruktur.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan menyampaikan, bahwa kondisi infrastruktur dan sarana sekolah baik SD dan SMP di Bangkalan memang banyak yang belum ideal. “Saya melihat memang masih amburadul, masih banyak yang belum terpenuhi,” katanya.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, ada sekolah yang membutuhkan perbaikan atau renovasi gedung, ada juga yang pembebasan lahan, membutuhkan toilet, dan bahkan juga kamar mandi atau fasilitas lainnya. “Selama ini kami memang tidak dilibatkan, jadi kami hanya tahu informasinya saja,” paparnya.

Sehingga kata Nur Hasan,  fungsi legislatif sebagai penyerap aspirasi masyarakat bisa diterapkan ketika mendengar keluhan siswa, guru, dan warga sekitar sekolah. “Aspirasi ini kan harus kita dengar, kemudian disesuaikan dengan pengajuan bantuan,” terangnya.

Politisi PPP itu juga mengharapkan, agar pihaknya nanti dilibatkan, semisal dalam proses perencanaan pengajuan bantuan ke pusat. Dengan begitu, pihaknya bisa menilai kebutuhan yang seharusnya diprioritaskan. “Kami akan coba pertimbangkan dengan skala prioritas, jadi nanti bisa bertahap,” tuturnya.

Sementara itu, Kadisdik Bangkalan Bambang Budi Mustika menuturkan, pengajuan dari pihak sekolah tidak hanya disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Melainkan juga mempertimbangk petunjuk teknis dari Kemendikbud. “Kami juga sudah sampaikan ini kepada semua sekolah, agar mereka mempersiapkan,” ulasnya.

Hanya saja, tambah Bambang, pengajuan yang dilakukan oleh sekolah juga menjadi bahan pertimbangan pusat. Pihaknya tidak bisa memberikan rekomendasi penentuan sekolah mana yang akan mendapatkan. “Kami juga tidak bisa berbuat banyak kalau sudah diajukan, makanya kami memaksimalkan di awal perencanaan,” pungkasnya. (hel/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *