oleh

Komisi D DPRD Bangkalan Minta Rapid Test Dilakukan Tertutup

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Penggunaan anggaran penanganan Covid-19 terus mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. Wakil dewan yang duduk di Komisi D DPRD Kabupaten Bangkalan meminta agar pengelolaan anggaran transparan dan tepat sasaran.

Anggota Komisi D  H. Subaidi mengapresiasi atas kinerja Gugus Tugas Penanganan Covid-19,  termasuk gerak cepat untuk melakukan rapid test mandiri di beberapa institusi Pemerintah termasuk di  DPRD Kabupaten Bangkalan.

“Semoga acara rapid test mandiri bisa memberikan  langkah konkret untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” terangnya. Kamis 23/4/2020.

Selain itu, dirinya mempertanyakan transparansi program dan anggaran yang telah dipangkas untuk penanganan Covid-19. Ditambahkan Subaidi, anggaran sebesar Rp65,22 miliar harus jelas peruntukkannya, yakni untuk apa saja dan diberikan kepada siapa saja.

Tidak hanya penangannya saja, transparansi anggaran yang penanganan Covid-19 sangat penting. Sebab, saat ini semua pihak banyak ikut memantau terkait program penanganan Covid-19 itu.

“Apakah peralatan tenaga  medis yang digunakan untuk penangan covid-19 sudah sesuai dengan standar sehingga bisa memastikan hasil dari test itu benar-benar akurat,” terangnya.

Dirinya juga berharap agar tim gugus untuk lebih bergerak cepat dalam penanganan Covid-19, karena jika lamban akan berdampak buruk terhadap masyarakat. Dengan anggaran yang cukup fantastis itu penangan Covid-19 bisa maksimal, termasuk para tim medis agar memberikan pelayanan  kepada masyarakat dengan sungguh sungguh sehingga benar-benar bisa memutuskan mata rantai penularan Covid-19.

Ditambahkan Subaidi,  agar tim gugus tugas tidak terlalu membuat gaduh masyarakat karena telah melakukan rapid test di beberapa tempat. Dikatakannya, rapid test bisa dilakukan dengan cari yang lebih tertutup, sehingga masyarakat umumnya tidak terlalu panik ketika ada cek darah atau rapid test.

“Hasil rapid tesnya sering membuat masyarakat tambah panik, jadi  perlu ada cara yang lebih halus  agar masyarakat merasa tetap terlindungi dan tidak mudah panik,” imbuhnya. (sae/mam) 

Komentar

News Feed