Komisi D DPRD Bangkalan Sidak Puskesmas Percontohan Nasional

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) DIPANTAU: Rombongan Komisi D DPRD Bangkalan melakukan pengawasan ketat terhadap pembangunan Puskesmas Blega.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Puskesmas Blega akan menjadi percontohan skala nasional di bidang pelayanan kesehatan. Sehingga, tahun ini puskesmas tersebut dibangun ulang agar memenuhi ketentuan skala nasional. Kondisi itu, memantik reaksi para wakil rakyat untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap bangunan puskesmas.

Hasilnya, pihak ketiga belum melakukan jaminan kesehatan dan keselamatan tenaga kerja. Seperti, sistem keselamatan dan kesehatan (K3). Sedangkan, untuk kondisi fisik bangunan mengenai kesesuaian rencana anggaran biaya (RAB) belum ada temuan yang berarti.

Bacaan Lainnya

“Kami melakukan sidak itu memang pendahuluan, mengkroscek kesesuaian RAB-nya. Tadi pembangunannya saya lihat sudah sesuai, hanya pihak ketiga belum sepenuhnya menerapkan K3-nya,” ujar Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan, Rabu (25/8/2021).

Menurutnya, pihak ketiga wajib menganggarkan manajemen K3 sebanyak 0,7 persen. Seba,b anggaran manajemen K3 sudah disiapkan pada alokasi pembangunan fisik. “Jaminan K3 ini kan sudah include pada pengerjaan pembangunan, jadi kalau memang nanti tidak ada, ya kedepan tidak usah dimasukkan saja dalam RAB-nya,” ucapnya.

Pihaknya menyarankan, agar pihak ketiga mengikuti semua standar pembangunan puskesmas yang direncanakan berskala nasional. Baik, di dalam undang-undang (UU) maupun regulasi yang ada. Khususnya kesesuaian RAB, pelaksana juga harus bisa mengedepankan mutu dan kualitas pembangunan. Sehingga, rencana skala nasional bisa tercapai.

Terpisah, Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengaku, pembangunan puskesmas memang akan dijadikan sebagai puskesmas percontohan skala nasional. Nantinya, Puskesmas Blega yang akan menjadi layanan kesehatan dengan percontohan skala nasional di Bangkalan yang pertama dan satu-satunya. Apalagi, sejauh ini pembangunannya sudah hampir mencapai 11 persen.

“Kontrak sudah kami teken pada tanggal 16 Juli 2021 lalu. Jadi, pertengahan Juli lalu sudah dimulai kegiatan fisiknya,” responya.

Lelaki yang kerap disapa Yoyok tersebut menuturkan, target pembangunan puskesmas harus selesai pertengahan Desember. Paling lambat pada minggu ketiga.  Sedangkan, anggaran yang disediakan untuk merombak puskesmas mencapai  Rp6,5 miliar.  “Puskesmasnya kami bongkar total, kami bangun ulang lagi melalui dana alokasi khusus (DAK) APBN 2021,” tuturnya.

Saat ini, ketersediaan ruangan hanya ada dua. Masing-masing,  ruangan asoka dan klinik untuk menempatkan pasien yang butuh perawatan.  Menurutnya, dua ruangan itu sengaja tidak dibongkar.  Sebab, terbilang masih baru. “Baru empat tahun lalu dibangun. Jadi, kami manfaatkan ruangan itu untuk rawat inap dan rawat jalan. Pelayanan tetap jalan seperti biasa,” tukasnya. (ina/ito)

Anggaran Pembangunan dan Kontrak Kerja Puskesmas Blega

  • Sebesar Rp6,5 miliar
    • Sumber DAK APBN 2021
  • Kontrak Kerja
    • 16 Juli 2021
    • Pertengahan jula pekerjaan fisik mulai direalisasikan
    • Capaian masih 11 pesren
    • Pembangunan harus selesai di bulan Desember

Hasil Sidak Komisi D DPRD Bangkalan

  • Tidak diterapkannya K3
  • Ketentuan K3 masuk di RAB
  • Secara fisik belum menemukan persoalan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *