oleh

Komisi D Panggil Disdik dan Kasek, 3 Siswa SMP Bawa Miras Tetap Dikeluarkan

Kabarmadura.id/Bangkalan– Dikeluarkannya 3 siswa SMP Negeri 1 Bangkalan mendapatkan perhatian khusus dari legislatif. Hari ini, Kamis (7/2) pihaknya melakukan pemanggilan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan dan Kepala Sekolah SMPN 1 Bangkalan. Ia memanggil karena ingin memastikan dan mencari solusi selain dikeluarkan dari sekolah.

Kepala Sekolah SMPN 1 Bangkalan Akh. Anwari menyampaikan, bahwa dikembalikannya 3 siswa ini ke orang tua masing-masing karena memang sudah tidak bisa dikontrol. Ia menjelaskan, sudah beberapa kali 3 anak ini melakukan pelanggaran seperti merusak fasilitas kelas, mencuri dan tidak sopan dengan gurunya.

“Dari pada anak-anak ini meracuni 800 murid lainnya, lebih baik kita kembalikan ke orang tua saja,” katanya.

Dirinya juga menjelaskan, jika anak ini tetap dibiarkan mengikuti kegiatan belajar di sekolah, maka tetap akan mengulang atau tidak bisa lulus. Sebab, nilai akademik akan D karena sudah melakukan pelanggaran sekolah. Dan pihak sekolah sendiri tidak bisa memberikan nilai baik jika memang kondisi anaknya tidak baik. Untuk itu, pihaknya memberikan solusi kepada orang tua masing-masing untuk dipindahkan ke sekolah lain. Dengan begitu, suasana baru yang di dapat anak bisa memberikan perubahan baik sikap dan akademiknya nanti.

“Dan orang tua sudah menyetujui dan meminta rekomendasi untuk pindah sekolah. Karena yang terakhir sudah melakukan pelanggaran berat dengan membawa minuman keras dan meminumnya di kelas,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan mengungkapkan, berdasarkan klarifikasi dari kepala sekolah, tahapan untuk mempertahankan 3 anak ini sudah dilakukan. Begitu juga dengan BK-nya juga sudah difungsikan. Akan tetapi, ketiga anak ini tetap melakukan pelanggaran.

“Berdasarkan pelanggaran akumulatif sudah banyak dan di luar batas kata kepala sekolahnya. Tahapannya seperti diberi peringatan dan surat perjanjian. Tetap melanggar,” tuturnya.

Ia menyarankan agar sekolah memanggil psikolog khusus anak. Sebab, ia tidak ingin ada kejadian serupa, 2 bulan sebelum UNBK, ada anak yang dikeluarkan. Selain itu, pihaknya juga berencana akan melakukan sidak pada sekolah-sekolah yang berpotensi memiliki siswa nakal.

“Akan kita rapatkan dengan internal nanti kapan sidak isi tas siswa dan kita berencana akan bekerja sama dengan pihak Polres Bangkalan dalam sidaknya,” tandasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed