Komisi I DPRD Sampang Tuding Polisi-Inspektorat Kongkalikong

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN)

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Penanganan kasus dugaan pemotongan dana kapitasi untuk honor jasa pelayanan (Jaspel) tenaga kesehatan di Puskesmas Robatal, belum jelas kelanjutannya. Diduga kuat, adanya kongkalikong dalam penanganan kasus tersebut. Hal ini diungkapkan, Anggota Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman, Minggu (6/6/2021).

Menurutnya, hingga saat ini audit internal yang diajukan polres belum selesai. Padahal, pengajuannya sudah lama, bahkan hampir setahun. Hanya saja, belum ada rekomendasi. Sehingga, diduga kuat penanganan kasus tersebut mandek. “Tidak menutup kemungkinan ada unsur kerjasama dan kasus itu sengaja tidak ditindaklanjuti. Padahal, sebelumnya kasus itu sempat dilakukan gelar perkara di polres, apalagi kasus itu, bukan kasus besar,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, sudah jelas ada saksi dalam kasus tersebut.  Bahkan, korban pemotongan juga sudah dimintai keterangan hingga melakukan audit internal ke Inspektorat. Mirisnya, kepolisian tidak menemukan unsur pelanggaran hukum. Dengan demikian, apabila kepolisian sudah melayangkan surat permohonan audit mestinya sudah diterima.

Selanjutnya, ditindaklanjuti oleh tim auditor di Inspektorat. Namun kenyataannya, audit tidak dilakukan. Sehingga, pelaku pemotongan tidak jelas status hukumnya. Bahkan, di internal Inspektorat juga dibentuk tim khusus. Sehingga, ada hasil rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti. Hanya saja, terkesan percuma apabila kepolisian dan Inspektorat terindikasi bekerjasama.

“Dugaan kami, kasus sengaja digantung dan tak kunjung selesai. Bisa saja nanti, inspektorat juga merekomendasikan tidak ada pelanggaran hukum. Sementara, kasus ini merugikan sejumlah korban, apalagi dana yang dipotong adalah anggaran Negara,” tegasnya.

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz melalui melalui Kanit III Tipikor Ipda Indarta Hendriansyah mengaku, tidak ada bentuk kerjasama apapun. Permohonan audit dilakukan, justru untuk menindaklanjuti kasus. Sehingga, hasil audit akan menjadi dasar untuk melanjutkan kasus dugaan pemotongan dana jaspel.

“Kami masih menunggu mas. Sudah lama kami kirimkan permohonan audit. Karena, hasilnya akan menjadi rekomendasi kasus dilanjut atau tidak, saat gelar perkara sebelumnya tidak diketahui ada pelanggaran hukum,” responnya. (man/ito)

Dugaan Pemotongan dana Kapitasi untuk Honor Jasa Pelayanan (Jaspel) di Sampang

  • Jumlah penerima honor jaspel sebanyak 44 petugas
  • Jaspel yang diterima biasanya Rp2,9 juta
  • Para petugas hanya menerima Rp2,5 juta
  • Dana yang dipotong mencapai 13 persen atau Rp400 ribu untuk setiap penerima

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *