Komisi I DPRD Sumenep Inspeksi Tes Cakades, untuk Pastikan Berjalan Profesional

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) MEMASTIKAN: Komisi I DPRD Sumenep memginspeksi tes cakades, untuk pastikan berjalan profesional dan sesuai regulasi.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Memastikan tidak hanya sekadar prosedural dan formalitas saja, tetapi mengedepankan substansi demokrasi, Komisi I DPRD Sumenep melakukan ispeksi mendadak (sidak) proses tes kelayakan calon kepala desa (cakades) di Gedung Islamic Center, Kecamatan Batuan, Sumenep, Kamis (17/6/2021).

Sidak itu membawa misi agar dalam pelaksanaan tes tidak hanya dinilai sebagai ajang formal, sehingga hasilnya dapat dipertanggung jawabankan. Karena pelaksanaan pilkades adalah ikhtiar politik dan menciptakan komitmen pemimpin menunaikan tugasnya, yaitu memastikan prosesi kepeminpinan berjalan dengan baik.

Ketua Komisi l DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath menyampaikan, tujuan melihat langsung proses tes cakades juga untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan amanat undang-undang atau regulasi.

Politisi PDIP itu juga akan mempelajari soal-soalnya, indikadi atau arah tes itu harus melahirkan output cakades yang berjiwa negarawan, artinya jangan sampai cakades tidak paham ideologi negara, tidak memahami Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 atau cakades mempunyai problem psikologis yang berdampak pada lambatnya kebijakan jika terpilih nanti.

Darul Hasyim Fath:
Ketua Komisi I DPRD Sumenep

“Kami memastikan ini harus dikawal bersama karena berkaitan dengan kualitas dan bobot demokrasi di tingkat desa, jangan sampai terperangkap pada cara petahana yang tidak beradab mengamputasi lawan-lawan politiknya itu tidak dilahirkan,” kata pria asal Kepulauan Masalembu itu, Kamis (17/6/2021).

Dia menegaskan, pelaksanaan tes harus benar-benar mengedepankan substansi demokrasi. Sebab perpolitikan di desa cendrung berpotensi rawan konflik, namun jika dalam prosesnya sudah mengedepan sportivitas maka tentu melahirkan peminpin yang berpotensi membanngun. Juga tentunya berasas keadilan yang baik.

Sehingga menjadi motivasi besar dalam proses tes itu tidak melahirkan persoalan-persoalan yang bakal menjadi dinamika setelah tes berlangsung. Apalagi secara profesional, komponen yang dilibatkan merupakan kampus independen.

“Artinya berada di dalam peradaban politik yang dicita-citakan bersama, yakni demokratisasi sebagai agenda dan jalan utama partisipasi publik yang berkeadilan sosial,” imbuh pria dengan sapaan Darul ini.

Puncaknya, dia berharap seluruh cakades yang ikut melaksanakan tes menerima segala keputusan atau nilai yang akan diperolehnya, sebab mekanisme atau tes yang sudah dilalui dan menjadi barometer kemampuan serta bekal dalam mengelola desa ketika terpilih nanti. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *